Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menyiapkan beasiswa bagi atlet-atlet muda daerahnya yang berprestasi pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII, dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) XI di Jakarta.

"Jangan bonusnya dari Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) saja, tetapi juga beasiswa. Adik-adik ini mau melanjutkan kuliah di mana, boleh dirancang untuk atlet yang dapat medali," kata Bobby saat pelepasan kontingen Popnas XVII dan Peparpenas XI di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (30/10).

Menurutnya, pemberian bonus saja belum cukup untuk mengapresiasi prestasi yang diraih atlet-atlet muda Sumatera Utara.

Selama ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut selalu menyiapkan bonus bagi atlet-atet muda Sumut yang berprestasi.

"Namun, belum ada bonus berupa beasiswa. Apalagi mengingat atlet yang masih sekolah banyak melewatkan kegiatan akademik," kata Bobby.

Gubernur mengatakan, Sumut mengutus 249 orang terdiri atas 177 atlet, 36 pelatih, 16 ofisial, enam tenaga kesehatan, dan 14 pendamping mengikuti 17 dari total 23 cabang olahraga (cabor) dengan 344 nomor ajang Popnas XVII di Jakarta pada 1-10 November 2025.

Kontingen Sumut juga mengutus 44 orang terdiri atas 21 atlet, enam pelatih, lima ofisial, dua tenaga kesehatan, dan tujuh 7 pendamping mengikuti tiga dari total 23 cabang olahraga dengan 344 nomor ajang Peparpenas XI di Jakarta pada 1-9 November 2025.

"Saya pastikan kami menyiapkan bonus untuk atlet dan pelatih yang mendapatkan medali. Pada tahun 2019 kita posisi 11, 2023, urutan ke-10 untuk Popnas, Peparpenas 2023 kita posisi tujuh. Kalau bisa ambil semua medalinya, bonus menanti di tahun 2026," tutur Bobby.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumut Mahfullah Pratama Daulay mengatakan, Popnas dan Peparpenas menjadi alat ukur bagi atlet-atlet muda Sumut.

Sebab, lanjut dia, mereka yang berprestasi akan dibina untuk membawa nama Sumut di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2028.

"Ini akan menjadi potret, mengukur atlet pelajar kita. Akan menjadi acuan untuk pembinaan PON, dan Peparnas 2028," kata Mahfullah.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026