Padang Lawas Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mendukung penuh pelaksanaan program pembangunan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di daerah terpencil sebagai upaya mempercepat peningkatan status gizi masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Demikian diutarakan Bupati Paluta Reski Basyah Harahap, melalui Asisten III Setdakab Paluta, Maralobi Siregar, usai mengikuti rapat koordinasi tindak lanjut pendaftaran investor SPPG secara daring melalui Zoom Meeting dari ruang rapat lantai I kantor bupati, Jumat (24/10).
Maralobi menyampaikan bahwa pembangunan SPPG merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta yang tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga memiliki nilai sosial yang besar bagi kemajuan masyarakat.
“Program ini menjadi bukti bahwa investasi juga dapat memberikan manfaat sosial, khususnya dalam meningkatkan akses gizi masyarakat di daerah sulit dijangkau,” ujar Maralobi.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk untuk mendata dan mendaftarkan calon lokasi SPPG.
Adapun kriteria pembangunan SPPG di wilayah 3T mencakup aksesibilitas lokasi yang tidak dapat dijangkau dalam waktu 30 menit perjalanan, serta ukuran bangunan minimal 10 x 15 meter agar fasilitas dapat berfungsi secara optimal.
Menurutnya, kehadiran SPPG diharapkan menjadi solusi efektif dalam distribusi makanan bergizi serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di daerah terpencil.
“Melalui koordinasi yang solid, program ini diharapkan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, sehingga memberi dampak nyata bagi peningkatan gizi masyarakat,” tambahnya.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Pendidikan, Kabid Anggaran BPKPAD, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Lawas Utara.
