Medan (ANTARA) - RS Bhayangkara Tingkat II Medan, Sumatera Utara, memperkuat pelayanan visum et repertum (VeR) ramah terhadap perlindungan perempuan dan anak di wilayah itu.
"VeR memiliki peran krusial sebagai alat bukti utama dalam proses hukum terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Kasubbid Yanmeddokpol RS Bhayangkara TK II Medan AKBP dr Evi Melva Frida Manurung di Medan, Senin.
Untuk terus memperkuat pelayanan terhadap perempuan dan anak, pihaknya menghadirkan standar operasional prosedur (SOP) plus, peningkatan kapasitas SDM serta sistem digital monitoring yang terintegrasi.
Menurut dia, dengan langkah itu pihaknya ingin memastikan layanan VeR menjadi lebih cepat, akurat, dan ramah kepada korban tersebut.
"Layanan itu memberikan dampak manfaat yang cukup luas yaitu meningkatkan akurasi dan kecepatan pelaporan visum hingga 40 persen," ucapnya.
Pihaknya berkomitmen menghadirkan transparansi layanan bagi publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kemudian, pihaknya juga melakukan langkah strategis dengan menyusun perjanjian kerja sama lintas sektor dengan Unit PPA Polri, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) serta LPSK, revitalisasi SOP layanan VeR penyusunan modul pelatihan VeR + trauma informed care untuk 20 tenaga inti.
“Harapan kami, RS Bhayangkara Medan dapat menjadi terbaik terhadap layanan VeR ramah perempuan dan anak di tingkat nasional. Inisiatif ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi kelompok rentan dan memastikan keadilan sosial bagi semua,” ujar dia.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026