Sergai (ANTARA) - Rumah ZH pemilik akun tiktok Sinar Sergai di Dusun III, Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Serdang Bedagai digeruduk belasan pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Suka Jadi, Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai Senin (15/9/2025).
Belasan pekerja rata-rata kaum ibu sekitar pukul 07:00 WIB berteriak di depan rumah ZH untuk menghapus unggahannya terkait limbah rumah tangga hasil sisa makanan dari SPPG yang dibuang ke dalam saluran irigasi.
Unggahan itu dinilai membuat gadung masyarakat seolah-olah dibuat berbahaya hingga kaum ibu rata-rata pekerja juru masak dan petugas kebersihan khawatir tidak dipekerjakan lagi.
" Itukan limbah rumah tangga, kenapa dibesar-besarkan, semua rumah ada limbah rumah tangga, lagian siapa yang merasa komplin, kami warga sekitar tidak ada yang komplin" teriak Rita pekerja SPPG ini.
Unggahan ZH di akun tiktok Sinar Sergai adanya limbah rumah tangga dari gedung SPPG ke aliran irigasi yang dapat mencemari areal persawahan. Unggahan itu langsung mendapat perhatian oleh Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serdang Bedagai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Hedi Novria dan Kadis Pertanian Dedy Iskandar turun ke lokasi melakukan pengecekan dan ditemukan limbah sisa makanan di aliran irigasi, dari hasil uji lab Hedi mengatakan limbah tersebut tidak berbahaya dan di bawah baku mutu.
Begitu juga dikatakan Dedy Iskandar limbah rumah tangga itu tidak mempengaruhi areal persawahan dan tidak mengganggu hasil panen.
" Saya menghimbau, hal sepele ini tidak perlu dibesarkan apa lagi viral dengan narasi yang membuat gaduh, limbah sisa rumah tangga ini cukup dibersihkan jika perlu dikasi untuk makanan ternak" ucap Dedy Iskandar.
Sementara itu Irwansyah pemilih lahan sawah yang berdekatan dengan aliran irigasi tidak mempermasalahkan limbah rumah tangga dari SPPG tersebut.
" Tidak ada dampak buruk dari hasil panen, saya juga mendapat hasil panen yang memuaskan, jadi saya mohon kepada pemilik akun tiktok Sinar Sergai jangan mengada-ngada bijak lah bermedia sosial, jangan ugal ugalan" kesal Irwansyah.
Asisten kepala SPPG Suka Jadi Riski kepada Antara mengatakan limbah sisa makanan telah melalui proses pembuangan dari bak kontrol ke pembuangan akhir, sejauh ini tidak ada komplin dari masyarakat. Namun demikian Riski akan tetap memberikan yang terbaik dengan bergoyang royong membersihkan saluran irigasi tersebut.
Pewarta: DarmawanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026