Sekretaris Umum Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sumatera Utara, Amansyah di Medan, Kamis, mengatakan persiapan atlet untuk menghadapi PON sudah mencapai 90 persen dan terus dimatangkan dengan peningkatan intensitas latihan.
"Persiapan kita sudah mencapai sekitar 90 persen, tinggal pemantapan lagi ini, banyak simulasi-simulasi gim. Ada beberapa atlet kita juga latihannya di Malaysia. Memang dipersiapkan untuk target medali emas nanti di PON," katanya.
Amansyah, yang juga merupakan pelatih tim skuas PON Sumut menambahkan bahwa tim squash Sumut untuk PON terdiri dari delapan atlet, tiga di antaranya saat ini berlatih di Malaysia.
Kedelapan atlet itu terdiri dari enam putra dan dua putri. Mereka adalah Eri Setiawan, M Wahyu Hidayah Nasution (latihan di Malaysia), Agung Setiawan, Jeri Sinurat, M Syahrul, M Fahrezi. Sementara itu untuk putri ada Fadhillah Aulia (latihan di Malaysia), dan Nathalia Natasya.
"Untuk latihan-latihan fisik tidak terlalu ditekankan lagi. Sekarang sudah berbalik, sekarang fisik tinggal 30 persen, tekniknya 70 persen. Teknik itu yang kita poles, kemudian pemantapannya itu latihan gim seperti ini, mana yang kurang terus kita evaluasi, kita perbaiki," katanya.
Amansyah menambahkan, tim skuas Sumut sebelumnya telah difasilitasi oleh KONI Sumut untuk mengikuti uji coba Jakarta Open pada bulan Juni lalu.
Namun, Amansyah mengakui bahwa skuas di Indonesia, termasuk di Sumut, masih menghadapi tantangan minimnya kompetisi dan fasilitas.
"Di Sumut fasilitas skuas yang ada hanya di Cemara Hijau, kondisi yang ada kita maksimalkan saja. Delapan atlet kalau latihan semua di sini frekuensi latihan jadi berkurang. Makanya semampunya, kita kirim beberapa orang ke luar (Malaysia). Mereka ikut latihan bersama atlet Malaysia disana," katanya.
Amansyah juga menjelaskan bahwa tiga atlet mereka berlatih di Sports Centre atau Komplek Sukan di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, wilayah yang memiliki atlet squash terbaik tidak hanya di Asia, bahkan dunia.
"Di Malaysia itu untuk tingkat Asia Tenggara bahkan Asia, Malaysia termasuk negara dengan squash yang terkuat. Beberapa kali SEA Games itu Malaysia tetap mendapatkan medali emas nya. Ada juga pemain Malaysia itu sudah berada di peringkat dunia, bahkan delapan kali juara dunia di kategori putri dari Malaysia. Atlet-atlet Malaysia sudah ke profesional, bermain di kejuaraan dunia. Asia Tenggara ini ibaratnya Malaysia 'kiblat' squash,” tambahnya.
Pewarta: JuraidiEditor : Michael Teguh Adiputra S
COPYRIGHT © ANTARA 2026