Dalam rilis, Jumat (3/5), disebut, Kota Pematangsiantar mengalami deflasi bulanan -0,19 persen dari sebelumnya 0,61 persen dan Kabupaten Labuhan Batu -0,08 persen dari 1,37 persen.
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Muqorobin menjelaskan, deflasi terjadi karena penurunan komoditas cabai merah, tomat dan daging ayam ras.
Sedangkan inflasi terjadi pada komoditas bawang merah, udang basah serta emas perhiasan.
Dengan capaian ini katanya, Kota Pematangsiantar menjadi kota capaian deflasi bulanan tertinggi ke dua dari delapan kabupaten/kota setelah Gunung Sitoli.
Keberhasilan mengendalikan inflasi ini hasil dari sinergi tinggi serta gerak cepat Tim Pengendalian Inflasi Daerah dalam mengamankan kenaikan bahan pokok.
Kegiatan yang dilakukan dalam upaya mengendalikan inflasi ini melalui penerapan inspeksi mendadak ke pasar, mengadakan pasar murah, dan dukungan pimpinan daerah.
Pewarta: WaristoEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.