"Kedua, mungkin ada ketergantungan finansial, emosional, atau ketergantungan sosial di mana mungkin ada ekspresi-ekspresi yang menyatakan bahwa perempuan itu tidak berdaya," kata Kasandra, saat dihubungi ANTARA, Jumat.
Dalam pranata sosial, perempuan kerap kali ditempatkan sebagai tokoh yang harus mengalah. Kasandra juga menekankan bahwa perempuan yang telah menjadi korban kekerasan rentan mengalami kekeresan sekunder.
"Saat kekerasan itu terjadi, seringkali juga diikuti dengan kekerasan sekunder misalnya, banyak orang berpendapat bahwa penyebab kekerasan tersebut karena perempuan," ujar Kasandra.
Ia mengatakan bahwa terdapat profil psikologis yang khas yang membuat seorang perempuan rentan terhadap kekerasan. Selain akibat ketergantungan emosional, finansial, atau sosial, perempuan juga rentan menjadi korban kekerasan akibat pola asuh.
Pewarta: Rina Nur AnggrainiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026