"Inflasi itu juga lebih tinggi dari inflasi bulanan nasional pada Juni 2023 yang 0,14 persen," ujar Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin dalam konferensi pers secara daring yang diikuti di Medan, Senin.
Menurut Nurul, ada beberapa hal yang memengaruhi inflasi tersebut seperti momen Idul Adha 1444 Hijriah, penurunan harga BBM dan dinamika harga komoditas pangan.
Dia melanjutkan, ada dua komoditas yang sangat dominan untuk inflasi Juni 2023 yakni harga daging ayam ras dan cabai merah dengan andil masing-masing 0,14 persen.
Selain itu, ada pula harga telur ayam ras (berandil 0,04 persen), bawang putih (0,03 persen) dan sawi hijau (0,03 persen).
Sementara komoditas yang menyumbangkan deflasi yaitu bensin (0,05 persen), ikan tongkol (0,04 persen), jeruk (0,04 persen), ikan dencis (0,03 persen) dan angkutan udara (0,02 persen).
Adapun untuk inflasi tahun kalender (Juni 2023 terhadap Desember 2022), Sumut mencatatkan inflasi 0,68 persen, lebih rendah dari nasional yakni 1,24 persen.
Pewarta: Michael SiahaanEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.