Denni, saat acara di Jakarta, Kamis, mengatakan rentang usia tersebut sangat rentan mengingat pekerja usia 30-an akan berkompetisi dengan lulusan muda yang lebih tangkas dengan ilmu yang lebih baru. Hal itu berlaku untuk semua jenis pekerja baik pekerja kerah biru maupun pekerja kerah putih.
Di samping itu, pekerja outsourcing atau alih daya juga kerap menyimpan kekhawatiran atas potensi tidak ada perpanjangan kontrak kerja pada rentang usia tersebut.
"Yang 30-an jangan santai saja. Dapatkan keterampilan, bersiap. Rentan karena Anda akan juga berkompetisi dengan anak-anak muda lulusan S1 yang lebih tangkas, ilmu yang lebih baru. Sedangkan Anda masih dengan ilmu 10 tahun lalu ketika anda selesai kuliah," kata Denni.
Denni mengingatkan bahwa perubahan lanskap bisnis terjadi semakin cepat. Selain itu, disrupsi di dunia dapat terjadi kapanpun mulai dari disrupsi geopolitik, teknologi, hingga kesehatan seperti pandemi COVID-19 yang lalu. Oleh sebab itu, angkatan kerja dituntut untuk selalu siap menghadapi perubahan.
Menurut Denni, peluang karier baru memang tersedia cukup banyak. Akan tetapi, pekerja kerap menemukan kendala ketidakcocokan antara keterampilan yang dibutuhkan dengan keterampilan yang dimiliki saat ini.
Pewarta: Rizka KhaerunnisaEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026