Tapanuli Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengadakan rapat koordinasi percepatan untuk penanganan bencana daerah.

"Rapat ini menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumut," kata Bupati Tapsel Dolly P.Pasaribu dalam keterangan terima, Kamis (13/10).

BPBD Tapsel selaku leading sektor dalam rapat ini melibatkan TNI, Polri, instansi vertikal dan perusahaan berada di kabupaten itu. 

Tujuan di adakannya rapat guna menyatukan persepsi semua pemangku kepentingan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus upaya mitigasi bencana sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

"BMKG sudah mengingatkan ancaman banjir dan longsor akibat kondisi cuaca hujan hingga cuaca ekstrem. Hingga Januari 2023 diprakirakan sebagian wilayah Indonesia dilanda hujan," katanya.

Karenanya perlu antisipasi awal agar seluruh pemangku kepentingan mengetahui tugas masing-masing bila terjadi bencana seperti banjir, longsor, puting beliung di kabupaten itu.

"Apalagi masyarakat haus informasi, masyarakat juga cepat dapat memberi informasi. Karenanya  kita harus peka terhadap ancaman bencana," tegas Bupati.

Dalam kesempatan ini Bupati mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada khususnya yang berdiam di daerah-daerah rawan bencana banjir dan longsor mengingat cuaca akhir-akhir ini kurang bersahabat.

"Mari kita jaga lingkungan demi anak cucu kita ke depan. Hindari merusak hutan, apalagi membakar lahan, agar kita terhindar dari bencana yang akhirnya dapat menimbulkan kerugian bagi kita semua," kata Bupati.

Sebelumnya Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel Umar Halomoan Daulay mengatakan, dasar rapat koordinasi tersebut juga bagian dari instruksi Deputi Pencegahan BPBN dan ditindaklanjuti  surat edaran Gubernur Sumut.

Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026