"Jangan perkataaan saya selalu salah.Saya tidak mungkin bicara dan bertindak kalau tidak ada dasarnya," ujarnya saat berbicara pada Silaturahmi Insan Pers Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut dengan wartawan.
Edy menegaskan, dia tidak mungkin bisa meninggalkan wartawan karena perlu informasi dan memberitakan banyak hal.
Oleh karena itu, ujar Edy, dia tidak pernah mau saat ada usulan melakukan somasi ke media yang membuat berita yang salah.
Tetapi, katanya, wartawan tidak boleh juga menghambat misi membangun desa menata kota.
"Ada yang bilang saya sombong.Padahal saya memang begini tampilannya," katanya.
Dia menegaskan, tidak bisa berbohong sehingga saat ditanya wartawan, kalau tidak tahu, saya bilang tidak tahu.
Edy memberi contoh saat debat calon gubernur lalu, dia mengakui tidak tahu apa stunting.
Namun setelah itu, saya belajar tentang stunting dan akhirnya mengetahui jelas tentang hambatan dalam pertumbuhan anak. G
"Saat cape, saya mengadu kepada Tuhan saya.Ayo marilah bergandengan tangan membangun Sumut dengan saat ini, saya sebagai nahkoda," ujar Edy.
Menurut Edy, jika nantinya dia tidak sanggup mengemban amanah rakyat sebagai gubernur, dia akan "lempar handuk".
"Tapi saya belum lagi bekerja, jadi mari bergandengan tangan membangun Sumut," ujar Edy.
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.