Tapanuli Selatan (Antaranews Sumut) - Sebanyak 11 orang peserta berasal dari perwakilan pemrakarsa kegiatan dan kontraktor yang bekerja di Proyek PLTA Batangtoru mendapat pelatihan petugas pertolongan pertama pada keselamatan dan kesehatan kerja (P3K).

"Kegiatan pelatihan ini sebagai bukti komitmen PT. NSHE taat kepada regulasi atau undang-undang (UU)," kata Muhammad Arif Siregar, kepala divisi SHE (sino hidro energi) PT. NSHE, di Sipirok, Kamis.

Didampingi sekretaris panitia kegiatan P3K Yahya Siregar, Arif, mengatakan pelatihan P3K yang dilangsungkan di hotel Natama Padangsidimpuan (13-15/2/2019) ini dengan narasumber dari Disnaker Provinsi Sumut dan Disnaker Tapanuli Selatan.

"Tujuan kita agar bagaimana seluruh pekerja yang bekerja dilapangan bisa terhindar dari kecelakaan kerja, karena keselamatan kerja penting terjaga,"katanya.

Memang dalam sebuah pekerjaan akan tetap ada resiko, namun lanjutnya, bagaimana resiko bisa diminimalisir.

"Pelatihan juga bagaimana tata cara menangani pertolongan pertama yang dilakukan sebelum dibawa ke Puskesmas atau ke rumah sakit,"tambahnya.

Dijelaskannya, peraturan pemerintah (PP) nomor 15 tahun 2016 disyaratkan bahwa dalam setiap 100 pekerja ada satu orang keterwakilan yang memiliki skil akan P3K. "Dan sudah sertifikasi,"tandasnya.

Lebih jauh Arif menjelaskan, bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan program pihaknya setelah struktur ahli K3 umum di proyek PLTA Batangtoru dilantik beberapa waktu lalu.

"Kita harap dengan adanya pelatihan ini seluruh pekerja (khsusnya para kontrakror) di PLTA Batangtoru dapat mematuhi aturan kerja sesuai regulasi yang ditentukan,"pungkasnya.

Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026