Kami sudah menyiapkan 16 unit genset, 39 kendaraan dan 345 personil untuk siaga melayani masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Terang Poltak Samosir Manager PLN UP3 Sibolga
Sibolga (Antaranews Sumut) - Untuk memberikan pelayanan maksimal agar tidak terjadi pemadaman listrik selama perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, PLN UP3 Sibolga di bawah kepemimpinan manajernya, Poltak Samosir mempersiapkan 16 unit genset dan 345 personel yang siap memberikan pelayanan kapan saja di wilayah kerja PLN UP3 Sibolga.

Kesiapan itu disampaikan Poltak Samosir kepada wartawan usai acara Apel Gelar Pasukan Pelayanan Teknik-Kesiapan Suplai Energi Listrik dan Piket Siaga Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Sabtu (15/12) di area kantor PLN UP3 Sibolga.

“Apel kesiagaan ini menjadi barometer bahwa tidak ada kegiatan pemadaman yang dilakukan PLN selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Kami sudah mendeteksi sedikitnya ada 37 lokasi di wilayah kerja kami yang merayakan Natal. Dan untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman di 37 lokasi itu, sudah kami siapkan 16 unit genset,” terang Poltak.

Selain kesiapan genset, sebanyak 12 unit kendaraan roda empat dan 27 unit sepeda motor ditambah 345 personil juga disiagakan untuk melayani jika terjadi gangguan. Diharapkan peran dari masyarakat untuk menginformasikan kepada PLN jika terjadi pemadaman di beberapa rumah.

“Kami tidak dapat mendeteksi jika terjadi pemadaman di beberapa rumah. Diharapkan partisipasi dari masyarakat pelanggan PLN memberikan informasi jika terjadi pemadaman melalui call center kami di 123. Maka secara otomatis laporan itu akan terpusat dan tersampaikan kepada daerah atau wilayah yang mengalami pemadaman,” ujarnya.

Lantas berapa lama waktu yang dibutuhkan agar lampu menyala kembali setelah diinformasikan?

Menurut Poltak, sesuai dengan komitmen PLN dibutuhkan respon waktu 35 menit setelah informasi diterima dari masyarakat, dan dalam tempo 2 jam lampu sudah dipastikan menyala kembali. Karena PLN siap siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Poltak juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada menggunakan listrik termasuk instalasinya, khususnya bagi masyarakat yang meninggalkan rumah karena mudik.  Sedangkan untuk penggunaan stop kontak listrik yang berlebih agar dihindari dengan mengganti stop kontak yang standar.

“Kami bukan melarang menggunakan stop kontak, tetapi sering kita temui masyarakat menggunakan stop kontak yang sudah berlebih, bahkan bercabang-cabang. Ini sangat berpeluang terjadajinya korslet dan sebagainya. Untuk itulah kita sarankan agar digunakan stop kontak yang standart demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.


 

Pewarta: Jason Gultom
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026