Direktur bidang pendidikan PDM Yusri Lubis, secara tertulis, Selasa, menyampaikan, walau belum juara terbaik satu namun, torehan siswa/siswinya cukup membanggakan di tingkat SMA se-Sumatera Utara.
Ada enam bidang studi yang dilombakan dalam event yang digelar (9-10/11/2018) itu, yakni bidang studi Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Matematika, Biologi dan Ekonomi, dan diikuti sekolah-sekolah SMA favorit di Sumut.
"Kita meraup medali sebanyak enam emas, sembilan perak dan sebelas perunggu, dan sekaligus menempatkan PDM juara umum dua,"katanya, seraya mengucapkan terimakasih kepada anak didik yang telah mengahrumkan nama sekolah itu.
Ia mengatakan, SMA Sutomo Medan masih berada pada posisi puncak lomba dan bertahan pada posisi juara umum, alias belum terkalahkan.
"Pun demikian PDM akan terus berusaha mengevaluasi diri,"kata Yusri yang bertekad keepan juara umum satu.
Para siswa beprestasi itu untuk bidang studi Biologi yaitu Pahri Husein dan Riski Ananda Tanjung (dapat emas), Sabina Ruwayya dan Reza Zulfahmi dan Khoirunnisa (perak), Putri Jasmin dan Mustofa dan Dira Anta Qari (Perunggu). Ekonomi ada Dimas Ferdi Hasan dan Mukhlas Mahrawi dan Anwar Ibrahim (emas), Yusril dan Raditya (perak), dan Swandi Hamzah serta Sazni (perunggu).
Matematika ada Muhammad Ribhi Marbun (emas), Raja Akbar dan Ahmad Rian Saifullah (Perak), serta Aspa Rizik dan Fadil (perunggu). Fisika, ada Alfi Hidayat dan Aqnan Hamid (perak), dan Kurniawan serta Azhar Anas (perunggu). Bidang studi Kimia, ada Fatihatun Nikmah dan Andre Gunawan (perunggu).
Direktur PDM Jafar Syahbuddin Ritonga, mengatakan yang terpenting dari perolehan prestasi mereka adalah konsistensi dalam meraih juara. Karena, sejak anak didiknya mengikyti event M2EE tahun 2012, PDM selalu berada di posisi juara umum dua dan tiga.“Saya kira, konsistensi itu membuktikan kwalitas PDM diakui. Soalnya, tak sedikit sekolah bisa meraih prestasi bahkan menjaga konsistensi tersebut,"ujarnya seraya menyebut masyarakat luas sudah dapat menilai.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.