Rantauprapat (Antaranews Sumut) – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mengelar Bursa Inovasi Desa untuk meningkatkan kualitas pembangunan desa melalui pertukaran ide.
Pelaksana tugas Bupati Kabupaten Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe di Rantauprapat, Minggu, mengatakan, inovasi merupakan kegiatan riset yang sengaja dilakukan untuk menerapkan suatu ide atau ilmu pengetahuan yang baru.
Inovasi itu sangat dibutuhkan dalam setiap kegiatan dan program pemerintah, baik itu di tingkat Kabupaten sampai ke tingkat Desa.
"Di setiap pertemuan, saya sudah beberapa kali menyampaikan bahwa kita semua yang bekerja di Pemerintahan dituntut untuk selalu berinovasi, buat ide-ide yang baru untuk kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Labuhanbatu," katanya.
Pihaknya mengimbau kepala desa untuk memanfaatkan dana Desa dengan baik dan menjaga transparansi agar tidak bersinggungan dengan penegak hukum.
Ia menjelaskan, dana desa yang diterima Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu setiap tahunnya semakin meningkat, yakni pada tahun 2015 sebanyak Rp21,6 milyar, tahun 2016 Rp48,6 milyar dan tahun 2017 Rp62,3 milyar.
Penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) se-kabupaten Labuhanbatu Rp33,6 milyar yang tersebar di 75 Bumdes yang sampai saat ini masih berjalan. Selain itu, Bumdes Desa Sei Tampang memberikan kontribusi keuntungan Rp32 juta perbulan.
Ketua panitia pelaksana Bursa Inovasi Desa, Indra Firdaus menyampaikan, kegiatan ini merupakan suatu wadah pameran ide-ide dari masyarakat yang berkembang untuk pembangunan masyarakat di desa.
Para Kepala Desa nantinya akan mengunjungi ruang bursa inovasi untuk memilih inovasi-inovasi yang cocok untuk diterapkan di setiap desa di daerahnya.
Peserta berasal dari 75 Desa se-Labuhanbatu dengan masing-masing pendamping yakni BPD dan tokoh masyarakat serta dihadiri oleh ketua tim dari 7 Kecamatan.
