Pelaksana tugas Kadis Kesehatan Tapanuli Selatan Marasaud Harahap, ditemui Antara, di Sipirok, Selasa sore, mengatakan kebutuhan dokter gigi mengingat perbandingan antara jumlah tenaga dokter gigi dengan jumlah Puskesmas di daerah itu.
Menurut dia, jumlah dokter gigi yang ada saat ini sebanyak 9 orang sementara jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 15 Kecamatan dengan 212 Desa/36 Kelurahan se-Tapanuli Selatan cuma sembilan orang dokter gigi.
"Dari sembilan dokter gigi tersebut tiga diantaranya bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sipirok, enam lainnya tersebar di enam Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dari 16 jumlah Puskesmas yang ada di daerah itu.
Untuk tenaga dokter umum Pemkab memiliki 62 orang dokter umum yang bertugas di RSUD juga sejumlah Puskesmas yang ada di wilayah itu.
"Apalagi, dari 62 dokter umum tersebut enam diantara sedang tugas belajar baik di Universitas Sumatera Utara, Medan juga Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung,"katanya.
Keenam dokter tugas belajar mengambil spesialis anak (2 orang), spesialis dalam (1 orang), spesialis forensik (1 orang), spesialis syaraf (1 orang), spesialis patologi klinik (1 orang).
"Pemkab mau memberikan tugas belajar tersebut demi dalam rangka peningkatan ilmu pengetahuan bidan kesehatan dengan harapan selesai untuk mengabdi di daerah dalam rangka mendukung visi misi Bupati Syahrul M.Pasaribu mewujudkan masyarakat yang cerdas, sehat dan sejahtera,"ujarnya.
Selain itu, sangat sangat dibutuhkan, tambahnya, asisten apoteker, teknisi alat-alat kesehatan (elektromedik), analisis kesehatan, ahli gizi disamping dokter umum lainnya.
Meski, Pemkab Tapanuli Selatan sendiri memiliki dokter spesialis dasar seperti anak, bedah, dalam dan obgyn/ginokologi, serta selebihnya spesilais penunjang yaitu dokter spesialis anastesi, mata, gigi, dalam, THT, bedah, radiologi, fatalogi klinik, syaraf, paru.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.