Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Nasiruddin, di Stabat, Rabu.
Nasiruddin menjelaskan secara keseluruhan realisasi panen yang sudah dilakukan petani di daerah itu mencapai 58.120 hektare atau 63,81 persen dari rencana panen yang ada seluas 91.085 hektare.
Dimana panen terluas berada di Kecamatan Sei Bingei, Kecamatan Sirapit, Kecamatan Bahorok, Kecamatan Kuala, Kecamatan Stabat, Kecamatan Binjai, Kecamatan Secanggang, dimana kawasan tersebut merupakan sentra pertanaman padi di daerah itu.
"Melalui panen yang ada sekarang ini diharapkan akan mewujudkan swasembada pangan nantinya, karena Langkat selama ini tetap menjadi penyumbang terbesar beras di Sumatera Utara," ujarnya.
Nasiruddin juga menjelaskan untuk tanaman padi tadah hujan (ladang) sekarang ini juga sudah panen, dimana petani panen seluas 417 hektare dari rencana panen seluas 672 hektare atau 62,05 persen.
"Kalau untuk panen padi ladang ini terluas berada di Kecamatan Tanjungpura, Kecamatan Hinai, Kecamatan Gebang, Kecamatan Wampu," ungkapnya.
Dalam mendukung keberhasilan program panen padi di Langkat, instansinya juga sudah menyalurkan pupuk bersubsidi kepada berbagai kelompok tani yang ada seperti SP 36 mencapai 2.700 ton, ZA mencapai 1.662 ton, NPK/Ponska mencapai 6.577 ton dan Petroganik 279 ton.
"Kesemua penyaluran pupuk bersubsidi tersebut dalam rangka mendukung keebrhasilan program pertanaman padi, sehingga panen padi diharapkan nantinya dapat meningkat," katanya.***3***
Pewarta: Imam FauziEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.