Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyerap 53.598 ton gabah atau 26.799 ton beras dari petani di wilayah kerjanya sebagai upaya dalam memperkuat cadangan pangan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan total penyerapan gabah tersebut terhitung dari Januari hingga 27 September 2026.
"Realisasi penyerapan gabah 53.598 ton tersebut sudah mencapai 75.37 persen atau 71.112 ton gabah atau 35.556 setara beras," ujar Budi di Medan, Selasa.
Ia mengatakan penyerapan gabah dilakukan di berbagai daerah di antaranya Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Asahan, Kabupaten Mandailing Natal.
Lebih lanjut, ia optimistis penyerapan gabah sesuai target pada 2026 tersebut, karena di sejumlah daerah masih ada petani yang melakukan panen seperti Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Tapanuli Selatan.
Bulog Sumut menyatakan gabah hasil penyerapan tersebut akan menjadi bagian dari cadangan pangan pemerintah untuk memenuhi berbagai penugasan, di antaranya pelaksanaan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan untuk diberikan kepada penerima manfaat.
Sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan pangan, Bulog bertugas menyerap gabah langsung dari petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram.
Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut juga terus melakukan sosialisasi dan memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.