Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Labura Drs Dwi Prantara MM saat memberi sambutan di hadapan pelayat yang terdiri dari masyarakat umum, tokoh masyarakat, tokoh agama, para anggota DPRD Labura dan pejabat baik dari Labura maupun daerah lain sebelum pelepasan jenazah almarhum HM Rulis Harahap SIP, Jumat sore.
"Almarhum beberapa waktu lalu turut melepas istrinya untuk dimakamkan. Namun ternyata, hari ini orang tua kita menghadap Allah SWT," kata Dwi Prantara yang juga merupakan Ketua DPD Partai NasDem Labura tersebut.
Selaku ketua partai, Dwi menyatakan kehilangan seorang kader yang berboboy dan memiliki komitmen. "Kita sebenarnya berharap beliau bisa duduk kembali di DPRD Labura. Tapi Allah berkehendak lain," jelas Ketua DPD Pujakesuma Labura itu.
Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Labura Sulhanuddin SSos menceritakan, Senin lalu almarhum masih ikut rapat di lembaga legislatif itu. Pada saat itu, pensiunan ASN itu mengeluh sakit dan bertanya tentang perobatan di Penang. "Almarhum mengatakan paspornya telah mati dan berencana mengurusnya," jelasnya.
Politisi Gerindra itu menyatakan, dirinya lama mengenal anggota DPRD dari NasDem itu. Bahkan sejak dirinya masih SMA. Almarhum HM Rulis dalam pandangannya merupakan sosok pekerja keras dan memiliki sikap tegas.
"Tidak jarang kami berbeda pandangan. Kami juga selalu berdiskusi dengan almarhum yang jika di luar dinas saya panggil Uwak," kata alumni IAIN Medan itu mengenang seraya mendoakan semoga almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.
HM Rulis meninggal dalam usia 67 tahun dan meninggalkan empat putra dan dua putri. Lima diantaranya berkerja sebagai ASN. Dua putranya alumni STPDN yaitu Rahmat Harahap yang menjadi Sekretaris Satpol PP Medan dan Guntur Harahap yang merupakan Kasat Pol PP Tebingtinggi.
Bertindak sebagai imam sholat jenazah putra almarhum Taufik Harahap yang menjabat kepala bidang di salah satu badan di jajaran Pemkab Labura. Dua putri almarhum juga merupakan bidan.
Pewarta: SukardiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.