Aekkanopan (Antaranews Sumut) - Rombongan warga asing yang mengenderai sejumlah mobil diberhentikan dan diperiksa petugas Satlantas Polsek Kualuhhulu, Selasa. Pemberhentian itu berlangsung saat anggota Lantas melakukan razia rutin di depan kantor mereka.

Awalnya pemeriksaan berlangsung rada sulit. Karena rombongan pertama yang dihentikan tak seorangpun bisa berbahasa Indonesia. Seorang petugas dengan Bahasa Inggris mencoba berkomunikasi dengan penumpang dan sopir mobil itu.

Untungnya, tak lama berselang rombongan lain tiba. Diantaranya terdapat penerjemah sehingga komunikasi pun dapat berlangsung dengan baik. Terlihat Kanit Intel Ipda J Sianipar, Kanit Reskrim Iptu Nainggolan memantau kejadian itu.

Menurut informasi dari penerjemah, ada sekitar 80 bus turis asing yang sedang melakukan perjalanan keliling Indonesia. Salah satu tujuannya adalah kawaaan Kaldera Geopark Danau Toba. Dan menuju kawasan itu, rombongan melintasi Labuhanbatu Utara.

Setelah memeriksa dan dokumen perjalanan rombongan lengkap, selanjutnya para turis yang menggunakan kenderaan dengan nomor asing tersebut melanjutkan perjalanan.

Berhentinga rombongan warga negara asing itu mendapat perhatian masyarakat yang kebetulan melintas atau berada di sekitar lokasi. Letak stir mobil yang berada di sisi kiri menjadi daya tarik tersendiri.

"Wah. Setirnya di sebelah kiri. Apa gak bingung dia?" tanya salah seorang warga yang turut menyaksikan mobil yang digunakan rombongan yang berhenti tepat di depan Dinas Kominfo Labura tersebut.
MOBIL ASING : Salah satu mobil yang digunakan rombongan warga asing yang melintas di Labura, Selasa. (Foto : Antaranews Sumut/Istimewa)


Pewarta: Sukardi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026