Semakin sedikitnya populasi hama tikus diharap hasil panen petani sawah Batang Angkola yang memiliki luas baku sawah sekitar 2671 Ha pada musim tanam akhir tahun 2017 ini bisa meningkat,
Tapanuli Selatan,19/10(Antarasumut)-Sekitar 1874 ekor tikus berhasil dibasmi dari areal persawahan di lima desa di Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Tikus sebanyak itu kata Petugas Hama Penyakit Kecamatan Batang Angkola, Khoiruddin Marpaung, di Batang Angkola, Kamis, merupakan hasil dari perburuan massal masyarakat petani bersama TNI (Babinsa), pihak kecamatan, KCD, PPL dan petugas PHP yang berjumlah lebih 300 orang.
Buruan didapat dari desa Huraba ada 254 ekor, Pintu Padang 1 dan 2 (500 ekor), Panggulangan (596 ekor), Pangaribuan (302 ekor) dan dari desa Sigalangan ada 222 ekor, sehingga total jumlah 1874 ekor.
Dia mengatakan perburuan hama tikus di wilayah itu untuk yang kesekian kalinya sejak perburuan tikus dimulai pada bulan Agustus-September dan awal Oktober 2017.
"Total hama tikus selama perburuan dilakukan di 30 desa dan 6 kelurahan se-Batang Angkola tersebut sudah mencapai jumlah sekitar 17.874 ekor,"sebutnya.
Hasil buruan tersebut dibanding yang lewat-lewat bisa mencapai 2 ribu - 3 ribu ekor menandakan populasi hama tikus di Batang Angkola sudah semakin mengecil.
Sementara Kepala UPT Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Medan, Nurhijjah Siregar mengatakan, perburuan tikus itu merupakan program Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut TA 2017 dibantu Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan.
BPTPH kata Nurhijjah mengatakan, melalui gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman populasi hama tikus di lapangan sedikit mungkin dan tidak akan mengganggu lagi pada pertanian untuk musim tanam ini.
"Semakin sedikitnya populasi hama tikus diharap hasil panen petani sawah Batang Angkola yang memiliki luas baku sawah sekitar 2671 Ha pada musim tanam akhir tahun 2017 ini bisa meningkat," harapnya.
Kabid sarana dan prasarana Dinas Pertanian Tapsel M.Taufiq Batubara dan Kabid Hortikultura Tapsel Anwar Aidin menambahkan dalam berburu tikus dengan gropiokan ratusan massa menggunakan alat seperti cangkul, mesin babat, kayu sebagai alat pukul, tiran, amposan/kompor tembak dan clerat.
Sebelumnya, areal persawahan Batang Angkola yang rusak ringan akibat hama tikus sekitar 57 hektare, rusak sedang (55 Ha), rusak berat (68 Ha) dan puso seluas 48 Ha, sedang persemaian rusak sekitar 157 Ha, sehingga dikonversi mencapi 425 Ha dari sekitar 2671 Ha luas baku sawah di daerah tersebut.
Pewarta: kodir pohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.