Kita tidak ingin bumi 'Dalihan Natolu' Tapsel ini dikotori aroma kemaksiatan, itu sesuai amanah Bupati Tapsel Syahrul M.Pasaribu dan arahan Sekda Tapsel Parulian Nasution dalam rangka menjaga masyarakat yang beriman dan bertaqwaSipirok,27/8(Antarasumut)-Satuan Polisi Pamong Praja Tapanuli Selatan menggelar operasi penyakit masyarakat, Minggu tengah malam, dan berhasil menjaring 10 wanita penghibur atau Pekerja Seks Komersil serta mucikari dari sejumlah titik lokasi (kafe) di daerah itu.
Kadis Satpol PP Tapanuli Selatan Zulkipli Harahap melalui Sekretarisnya Jhoni Gumansi di Tapanli Selatan, Minggu, mengatakan operasi pekat dilakukan bertujuan menghindari sekaligus upaya membasmi perilaku negatif di wilayah itu.
"Kita tidak ingin bumi 'Dalihan Natolu' Tapsel ini dikotori aroma kemaksiatan, itu sesuai amanah Bupati Tapsel Syahrul M.Pasaribu dan arahan Sekda Tapsel Parulian Nasution dalam rangka menjaga masyarakat yang beriman dan bertaqwa,"katanya.
Sebelum menjalankan operasinya Satpol PP sudah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Resor dan Brimob daerah itu.
"Tidak saja berhasil mengamankan 10 PSK dari tempat berbeda namun kita juga mengamankan berbagai jenis minuman keras yang disita dari sejumlah kafe - kafe itu,"sebutnya.
Disebutkan dari cafe di Desa Maheam, di Kecamatan Marancar diamankan 3 PSK termasuk satu mucikarinya, di Desa Kapuran Kecamatan Angkola Timur tujuh PSK dan mucikari diamankan serta sejumlah Miras.
"Sebelum dipulangkan seluruh PSK dan mucikari dibawa dan dikumpul ke kantor Satpol PP di Sipirok,"jelasnya.
Seluruh PSK dan mucikari dijaring diberikan pembinaan dan nasehat serta membuat pernyataan diatas materai bersedia untuk tidak tidak lagi melakukan kemaksiatan di wilayah itu.
Demikian halnya dengan sejumlah minuman keras yang disita juga turut dimusnahkan.
Pewarta: kodir pohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.