Hubungan sinergitas dengan masyarakat juga sangat penting dibangun
Tapanuli Selatan,13/8(Antarasumut)-Sebuah hal langka pada diri pejabat ketika merasa lebih 'enjoi' berlibur mengunjungi desa desa ketimbang refreshing kelokasi menyenangkan untuk melepas penat disaat libur tiba.

Itu ada pada diri Bupati Tapanuli Selatan dua periode Syahrul M.Pasaribu, kesempatan berlibur akhir pekan (sabtu minggu) dia manfaatkan turun kedesa desa bertemu masyarakat dan melihat pembangunan.

"Hubungan sinergitas dengan masyarakat juga sangat penting dibangun,"jawab Syahrul ketika ditanya Antara mengapa begitu senang menghabiskan kesempatan waktu libur turun kedesa.

Dia menyebut eksistensi masyarakat vital dalam mendukung dan mendorong dan memajukan pembangunan daerah.

"Informasi langsung masyarakat cukup original untuk merencanakan sebuah pembangunan disamping melihat kondisinya langsung,"terangnya tanpa menafikan informasi stafnya.

Seperti halnya dua hari tiga malam menjelajahi belasan kampung dusun dan desa di beberapa Kecamatan melintasi Kabupaten Padang Lawas Utara keluar ke Kabupaten Tapanuli Utara pekan lalu.

Kemudian liburan Sabtu (13/8) kembali berpetualang menjelajahi sejumlah kampung desa di Kecamatan Angkoka Selatan, Angkola Barat, Angkola Timur, Batangtoru dan Kecamatan Angkola Sangkunur hingga menjelang subuh.

Dalam sepanjang perjalanan itu selain bercengkrama langsung ke masyarakat juga melihat baik rencana pembangunan maupun sedang dikerjakan demikian dengan pembangunan yang selesai dan yang sudah dinikmati masyarakat.

Di kampung Pangaribuan dan Sirame-Ramwan Desa Sisundung Kecamatan Angkola Barat misalnya masyarakat situ mengatakan setelah puluhan tahun baru merasakan desa mereka 'merdeka' dari kegelapan sejak awal Fenruari 2017 dimasuki listrik PLN.

Sebelumnya masyarakat Dolok Godang mengapresiasi Bupati Syahrul yang berhasil memotivasi masyarakat agar ruas jalan Dolok Godang Kecamatan Angkola Selatan bisa tembus ke Hanopan Sibatu, sejak republik ini merdeka dan itu sudah terwujud.

Di Pangaribuan Kecamatan Angkola Barat seorang ibu Mardiah boru Nainggolan dan Yuslina Lubis (52) bercerita sepanjang sejarah perjalanan Pemkab Tapanuli Selatan baru kali ini melihat Bupatinya yang sering turun ke desa.

"Jangankan bupati pak camat saja dulu jarang masuk bahkan nyaris tak kami kenal,"serentak kedua ibu ibu itu.

Karena sering masuk keluar diseluruh 212 Desa di 14 Kecamatan se-Tapsel menjadikan sosok Bupati Syahrul M.Pasaribu begitu populer dikalangan masyarakat mulai kalangan remaja begitu juga kalangan orangtua.

Masyarakat Tapanuli Selatan mengenal Syahrul sosok yang low profile, dekat ke rakyat, cerdas dan visioner dan berjiwa pembangun.

Bupati lebih jauh mengatakan menjadi seorang pemimpin harus iklas dan harus dapat menguasai teritorial.

"bagaimana kita mau memprogramkan sebuah pembangunan kalau daerahnya saja kita tidak kenal?"tanyanya.

"Itulah gunanya saya setiap dalam turun ke desa deaa mengikutsertakan sejumlah SKPD, Camat dan staf lain guna mendorong sekaligus belajar penguasaan wilayah,"jelasnya lagi.

Menurut dia, kalau peta wilayah sudah terkuasai maka kita sudah gampang memprogramkan sesuatu didaerah itu untuk dalam rangka membangun.

Kata dia menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah, amanah diberikan harus dipertanggungjawabkan dalam rangka untuk kemajuan Tapanuli Selatan yang sehat maju dan sejahtera.



































































































Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026