"TMMD merupakan salah satu cara yang dilakukan TNI membantu pemerintah dalam pemerataan pembangunan agar menyentuh sampai pelosok desa"
Tanjungbalai, 4/7 (Antarasumut) - Komandan Korem 022/PT Kolonel Inf Gabriel Lema menyatakan program TNI Manunggal Membangun Desa adalah upaya menggadirkan pemerataan pembangunan, diselenggarakan secara terpadu dan lintas sektoral.


"TMMD merupakan salah satu cara yang dilakukan TNI membantu pemerintah dalam pemerataan pembangunan agar menyentuh sampai pelosok desa," ujar Gabriel kepada pers di Tanjungbalai, Selasa.


Menurut dia, hal-hal yang ingin dicapai dan diselesaikan dalam pencapaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yaitu, pembangunan dan pelebaran jalan, pembangunan jembatan, penyuluhan dan bakti sosial lainnya kepada masyarakat.


Dalam pelaksanaan TMMD utamanya untuk membantu mempercepat pembangunan baik fisik maupun non fisik


yang sangat strategis dan mendasar dengan semangat kemanunggalan TNI yang hadir untuk rakyat.


Selain pembangunan fisik berupa jalan, jembatan dan tembok penahan, sasaran non fisik meliputi pelayanan kesehatan, khitan masal, penyuluhan bahaya narkoba dan tentang pentingnya upaya bela negara.


Seperti keinginan Kepala Staf Angkatan Darat TNI, kata Gabriel, program TMMD yang dilaksanakan sejalan dengan visi pemerintah yaitu, terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong.


“Melalui program TMMD secara berkesinambungan diharapkan dapat mewujudkan pemerataan pembangunan serta ketahanan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman yang muaranya akan berdaya guna bagi kepentingan Pertahanan Negara,” ungkap Danrem Pantai Timur Gabriel Lema.


Komandam Kodim 0208/Asahan Letkol Arm Suhono, mengatakan kegiatan TMMD ke 99 ini mengangkat thema "Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan Daerah Guna meningkatkan Kesejahteraan Masayarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI"


Untuk fisik akan dibangun kurang lebih delapan kilometer badan jalan lingkar selatan, puluhan jembatan kayu, tembok penahan tanah sepanjang 1.370 meter.


Pembangunan fisik tersebut berada di Kelurahan Selat Tanjung Medan dan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, serta Kelurahan Gading dan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, dengan melibatkan 150 Satgas TNI, Polri, Pemda dan Masyarakat.


"Kegiatan TMMD dijadwalkan selama 21 hari kedepan diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya warga Kota Tanjungbalai," ujar Lekol Arm Suhono. ***4***(KR-YWK)

Pewarta: Yan Aswika
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026