"Bantuan itu, sebagai bentuk apresiasi kepada almarhum yang telah membangun daerahnya melalui pemberitaan mau pun tulisan," kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Labuhanbatu Neirul Nijam Aru di Rantauprapat, Senin.
Dalam kesempatan itu, ia mengatakan pemberian santunan kepada janda wartawan tersebut merupakan agenda yang telah dilakukan setiap tahunnya, agar lebih mempererat silaturrahim keluarga sesama anggota PWI.
"Kegiatan sosial ini sebagai bentuk kepedulian dan motivasi bagi mantan penggurus dan anggota PWI Labuhanbatu, jangan nilai nominal bantuan yang diberikan. Namun, keiklhlasan dari para anggota PWI Labuhanbatu," katanya.
Enam janda wartawan yang mendapat santunan yakni isteri alm Nazran Nazier (mantan wartawan Waspada), istri Alm. Basyaruddin mantan wartawan (Analisa), isteri alm Bernard Pangaribuan (mantan wartawan SIB), istrri alm Nong Hilman, isteri alm JP Sianturi dan TM Pasaribu.
Selain itu, dia menyampaikan agar anggota PWI dituntut lebih profesional dan kompeten dalam dalam menyampaikan informasi melalui media massa.
Dengan demikian, tentu dapat mencerdaskan masyarakat dari informasi-informasi yang disampaikan secara sehat tersebut.
Nijam menjelaskan, saat ini banyak informasi mau pun berita di daerah yang disampaikan secara tidak sehat, dikarenakan kualitas produk jurnalistik yang diberikan oleh "wartawan yang tidak jelas".
Hal itu tentu saja merugikan wartawan yang telah menjalankan profesinya secara profesional dan berkompeten untuk membangun daerahnya ke arah yang lebih baik melalui pemberitaan.
Ia mengakui, banyak produk-produk jurnalistik di daerah yang melenceng bahkan fitnah, sehingga merusak citra wartawan yang menjalankan profesinya sesuai kode etik jurnalistik.
Dengan demikian, pihaknya menganjurkan agar tidak melayani wartawan yang tidak jelas untuk mempersempit gerakan bahkan menutup akses informasi mereka.
"Bagi narasumber yang dirugikan, jangan layani wartawan yang tidak jelas, kalaupun ada pemberitaan yang tidak sesuai dan cenderung fitnah silahkan gunakan hak jawab atau mengklarifikasinya," katanya. ***4***
(T.KR-JRD/B/I023/I023) 26-12-2016 14:04:27
Pewarta: Kurnia HamdaniEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.