Tapteng, 21/12 (Antarasumut)- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kepala Sawit Indonesia (Apkasindo), Anizar Simanjuntak, mengaku prihatin melihat nasip para petani sawit yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Hal itu menurutnya, karena petani sawit yang ada Tapteng tidak mendapat pendampingan dan pelatihan yang memadahi dari pemerintah setempat, atau dari organisasi yang bergerak dibidang kepala sawit.
Melihat keprihatinan itulah, Anizar berjuang untuk memberikan pendampingan kepada petani sawit yang ada di Tapteng dengan mengadakan pelatihan kepada para petani sawit yang ada di Tapteng melalui DPC Apkasindo Kabupaten Tapanuli Tengah.
Apkasindo sudah hadir di Kabupaten Tapanuli Tengah, dan sudah ada kepengurusannya, yang dipimpin oleh bapak Mahyudin Bondar. Para petani yang sudah bergabung dengan Apkasindo sudah mendapat pelatihan dan pendampingan.
Dan salah satu tugas dari organisasi ini adalah, agar para petani sawit yang ada di Indonesia ini mendapat pendampingan,†kata Simanjuntak sewaktu bincang-bincang dengan ANTARA Rabu siang di Pandan.
Dijelaskan Anizar, bahwa harga sawit di Kabupaten Tapanuli Tengah ditentukan oleh para toke-toke sawit. Artinya pemerintah setempat tidak ikut serta didalam menetapkan harga sawit tersebut.
Padahal, pemerintah wajib hadir dan turut didalam menentukan harga tersebut, sesuai dengan kondisi harga minyak dunia. Artinya, tidak bisa sesuka hati toke untuk membuat harga, melainkan ada acuan dari pemerintah.
“Hal itulah salah satu yang membuat petani sawit di Tapteng ini tidak berkembang. Karena harga seenaknya saja diputuskan oleh para toke.
Dengan bergabungnya para petani sawit ini ke Apkasindo, maka mereka sudah bisa nanti berkoordinasi dengan DPD atau DPP Apkasindo jika berhadapan dengan harga sawit dan juga kendala yang dihadapinya.
Dan saat ini saja, para petani sawit Tapteng sudah mendapat bimbingan dari Apkasindo, karena Apkasindo memiliki pedamping atau penyuluh terkait sistim berkebun sawit,â€katanya.
Untuk itulah, pria kelahiran Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah ini, terpanggil hatinya atas kondisi para petani sawit yang ada di kampung halamannya Tapteng.
Baginya, ada rasa miris, dimana dirinya sebagai Ketua Umum Apkasindo Indonesia berhasil membina dan mendampingi petani sawit di daera lain, sedangkan petani sawit yang ada di kampung halamannya menderita tanpa ada pendamping dan berjalan sendiri.
Kerinduan dan rasa prihatin itulah yang menyamangatinya untuk membuat para petani sawit di Tapteng bisa sukses dan berhasil.
Dan saya berharap juga dukungan dan peran serta masyarakat dan pemerintah daerah untuk membantu dan memperhatikan para petani karet yang ada di Tapteng ini. Karena potensi alam Tapteng cukup bagus untuk perkebunan sawit.
Jadi bagi kami di Apkasindo, semua perusahaan yang bergabung di organisasi kami, wajib memberikan pendampingan dan membantu para petani sawit. Jadi perusahaan jangan menyulitkan para petani. Seperti itulah aturan dalam organisasi Apkasindo,â€tandasnya.
Pewarta: JasonEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.