"Benar, harga pupuk dalam kurun waktu 5 bulan terakhir menurun" ujar Jhon Bangun, pedagang pupuk dan pemilik toko Bangun Tani di Rantauprapat, Kamis.
Menurutnya, penurunan harga pupuk bervariasi sesuai jenis dan kadar pupuk itu sendiri. Seperti pupuk jenis Urea yang sebelumnya seharga Rp265 ribu/zak ukuran 50 kilogram turun menjadi Rp240 ribu/zak.
Juga pupuk jenis TSP harganya cenderung melorot yang sebelumnya seharga Rp275/zak ribu menjadi Rp225 ribu/zak. "Penurunannya cukup jauh, hingga mencapai 50 ribu perzak," ungkapnya.
Sementara, untuk sejumlah jenis racun herbisida juga mengalami penurunan harga jual. Di pasaran, kenaikan harga sawit katanya tidak mempengaruhi kenaikan harga pupuk. Namun, kenaikan harga pupuk bisa mempengaruhi produksi sawit.
"Semula kita jual Rp48ribu perliter menurun menjadi Rp40-42ribu perliter. Naik harga sawit, tidak pengaruh dengan kenaikan harga pupuk," ujarnya.
Jhon menuturkan, seharusnya petani sawit Labuhanbatu dapat bernafas lega dengan kondisi harga sawit naik dan menurunnya harga pupuk.
Namun, saat ini harga sawit naik, diimbagi terjadi penurunan produksi kebun sawit, untuk kebun berukuran 1 - 2 hektar, cenderung mencari pupuk-pupuk jenis harga yang disubsidi pemerintah.
Dari informasi yang diperoleh, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu beranjak naik. Walaupun harga belum naik secara signifikan.
Namun, hampir setiap harinya harga beli TBS di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mengalami kenaikan rata-rata Rp20 hingga Rp50/Kg bahkan beberapa waktu lalu kenaikan mencapai Rp100/Kg.
Harga beli TBS di tingkat petani mencapai Rp1.620 hingga Rp1.650/Kilogram, padahal, beberapa waktu lalu harga TBS sempat merosot hingga ke harga Rp1.250/Kg.
Para petani berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga komoditas andalan Kabupaten Labuhanbatu ini. Hal tersebut untuk mendorong ekonomi masyarakat petani sawit didaerah.
Jika harga TBS di tingkat petani stabil di atas Rp1.300/Kg maka mereka dapat mencukupi biaya perawatan dan pemupukan kebun. Karena, harga jual di tingkat agen pengumpul juga akan mengalami kenaikan.
Pewarta: Kurnia HamdaniEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026