Dari rapat kordinasi kita lakukan tadi, kita telah menetapkan status siaga darurat longsor. Hal tersebut berdasarkan data dari BMKG yang menyebutkan itensitas curah hujan di sini tinggiPadangsidimpuan,8/12 (Antarasumut)- Tingginya itensitas curah hujan yang mengguyur Kota Padangsidimpuan membuat status kota itu saat ini siaga darurat akan bencana longsor.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padangsidimpuan, Khairul Harahap, Kamis.
Dikatakannya, status siaga darurat longsor tersebut dikeluarkan berdsarkan keputusan bersama dengan stake holter bersama Pemko Padangsidimpuan usai rapat kordinasi,
“Dari rapat kordinasi kita lakukan tadi, kita telah menetapkan status siaga darurat longsor. Hal tersebut berdasarkan data dari BMKG yang menyebutkan itensitas curah hujan di sini tinggi,†ungkpanya.
Ia menambahkan, selain tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur Kota Padangsidimpuan saat ini, banyaknya warga yang mendirikan bangunan di lereng perbukitan juga menjadi salah satu penyebab status darurat longsor.
“Dari rapat kordinasi kita lakukan tadi, kita telah menetapkan status siaga darurat longsor. Hal tersebut berdasarkan data dari BMKG yang menyebutkan itensitas curah hujan di sini tinggi,†ungkpanya.
Ia menambahkan, selain tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur Kota Padangsidimpuan saat ini, banyaknya warga yang mendirikan bangunan di lereng perbukitan juga menjadi salah satu penyebab status darurat longsor.
Pasalnya, sudut kemiringan bangunan yang berada di lereng perbukitan tersebut diatas 60 derajat.
“Disini banyak warga yang mendirikan bangunan di kawasan perbukitan. Parahnya, warga mendirikan bangunan di sudut kemiringan di atas 60 derajat,†akunya.
Resiko bencana longsor kerap mengancam warga yang bermukim di lokasi tersebut.“Kawasan yang layak huni tersebut sebenarnya dibawah kemiringan 45 derajat. Tapi, disini warga banyak mendirikan bangunan di lereng bukit yang memiliki kemiringan mulai 60 derajat. Ini sangat berbahaya,†ucapnya.
Guna mengantisipasi ancaman longsor yang sewaktu-waktu menimpah warga tersebut, pihaknya telah menghimbau kepada kepada masyarakat supaya tidak mendirikan bangunan di lereng bukit. “Sudah kita surati dalam hal ini lurah beserta kepala lingkungan supaya tidak mengizinkan warganya untuk mendirikan bangunan di lereng bukit,†imbaunya.
Khairul mengaku kalau daerah rawan longsor tersebut adalah Kelurahan Simiang Baru. “Daerah longsor paling rawan di Kelurahan Sitamiang Baru. saat disinggung mengenai daerah banjir, Khairul mengaku kalau daerah rawan bencana banjir terdapat dikawasan Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Kendati demikian, saat ini pihaknya sudah dapat mengantisipasi hal tersebut lantaran BPBD Kota Padangsidimpuan telah memperbaiki irigasi di kawasan tersebut. “Kalau rawan banjir terdapat di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Tapi sudah kita perbaiki irigasinya di sana. Kalau mengenai luapan sungai dari Batang Angkola, kita sudah mendirikan tanggul pasir untuk mengantisipasi itu,†pungkasnya
Resiko bencana longsor kerap mengancam warga yang bermukim di lokasi tersebut.“Kawasan yang layak huni tersebut sebenarnya dibawah kemiringan 45 derajat. Tapi, disini warga banyak mendirikan bangunan di lereng bukit yang memiliki kemiringan mulai 60 derajat. Ini sangat berbahaya,†ucapnya.
Guna mengantisipasi ancaman longsor yang sewaktu-waktu menimpah warga tersebut, pihaknya telah menghimbau kepada kepada masyarakat supaya tidak mendirikan bangunan di lereng bukit. “Sudah kita surati dalam hal ini lurah beserta kepala lingkungan supaya tidak mengizinkan warganya untuk mendirikan bangunan di lereng bukit,†imbaunya.
Khairul mengaku kalau daerah rawan longsor tersebut adalah Kelurahan Simiang Baru. “Daerah longsor paling rawan di Kelurahan Sitamiang Baru. saat disinggung mengenai daerah banjir, Khairul mengaku kalau daerah rawan bencana banjir terdapat dikawasan Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Kendati demikian, saat ini pihaknya sudah dapat mengantisipasi hal tersebut lantaran BPBD Kota Padangsidimpuan telah memperbaiki irigasi di kawasan tersebut. “Kalau rawan banjir terdapat di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Tapi sudah kita perbaiki irigasinya di sana. Kalau mengenai luapan sungai dari Batang Angkola, kita sudah mendirikan tanggul pasir untuk mengantisipasi itu,†pungkasnya
Pewarta: Khairul AriefEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.