"Benar-benar semakin sulit. Harga cabai masih bertahan Rp100.000 per kg dan bawang merah Rp35.000 hingga Rp50.000 per kg," ujar Henny, warga Ring Road, Medan, Jumat.
Menurut dia, meski mahal, cabai dan bawang itu terpaksa tetap dibeli kaena kebutuhan utama sehari-hari.
Mahalnya harga cabai merah dan bawang merah, ujar karyawan salah satu PT Perkebunan Nusantara itu membuat biaya belanja rumah sehari-hari semakin membengkak.
Apalagi selain cabai dan bawang merah, harga sayur-mayur seperti tomat dan kentang juga mahal.
Bahkan harga ikan juga tetap bertahan mahal dan tren menguat menyusul musim hujan yang membuat nelayan mengurangi aktivitas melaut.
"Semua masyarakat pasti menginginkan harga cabai merah kembali turun di sekitar Rp30 ribuan per kg," katanya.
Humas Bulog Sumut Rudi Adlyn menegaskan, pihaknya di bawah koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut masih terus melakukan Operasi Pasar atau OP cabai merah, bawang, dan bahkan beras.
"Diakui, jumlah yang di-OP-kan tidak banyak karena memang produksi lagi berkurang di Sumut mau pun daerah lain,"katanya.
Harga cabai dijual TPID seharga Rp50.000 per kg dan bawang merah Rp20.000 per kg.
"OP juga diakui terbatas ke pasar yang ditetapkan yakni Pusat Pasar, Sukaramai, dan dua pasar modern yakni Carefour dan hypermart," katanya.
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.