Pematangsiantar (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan delapan pemerintah daerah wilayah kerja, Kamis (13/11), di Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun.
Pada rapat Tim Pengendalian Inflasi Daersh (TPID) dan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TPPDD) para kepala daerah memaparkan langkah-langkah pengendalian inflasi.
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi menyampaikan strategi pengendalian inflasi di Kota Pematangsiantar untuk jangka pendek dan jangka menengah.
Di antaranya, kesepakatan petani dan pembeli pada penanaman cabai merah di dua kecamatan masing-masing satu hektare yang akan dimulai November 2025.
Pemkot Pematangsiantar dan Kabupaten Batu Bara melakukan kerja sama komoditas cabai merah, gencar melaksanakan gerakan pangan murah dan operasi pasar murah menjelang Natal Tahun Baru.
Ada juga intensifikasi pertanian melalui kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L) di setiap kecamatan serta perbaikan saluran irigasi tersier dalam rangka peningkatan produksi pertanian.
Terkait kolaborasi TPPDD dengan TPID, kata Wesly, telah dilakukan gerakan pasar murah dengan kanal pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman menyampaikan apresiasi kepada delapan kepala daerah di Sisi Batas Labuhan (Pematangsiantar, Simalungun, Batu Bara, Tanjung Balai, Asahan, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan).
Para kepala daerah, instansi vertikal, pelaku usaha dan mitra strategis telah memberi kontribusi pada program pengendalian inflasi dan percepatan digital.
Diharapkan, pertemuan semakin menguatkan upaya-upaya mengendalikan harga dan pasokan bahan pangan yang cukup pada perayaan Natal dan Tahun Baru.
