Pematangsiantar, Sumut, 24/10 (Antarasumut) - Tujuh fraksi di DPRD Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, menyoroti kinerja tiga perusahaan daerah pemerintah setempat yang dinilai belum memberikan hasil maksimal.


Fraksi Nasdem pada Pemandangan Umum terhadap Pengantar Nota Keuangan Walikota atas Rancangan Perubahan APBD 2016 serta Ranperda Penyertaan Modal Non-kas kepada PDAM Tirtauli, Senin, menilai pihak manajemen lemah dalam mengelola perusahaan penyedia air bersih itu.


Kelemahan dalam pengelolaan itu mengakibatkan PDAM terus mengalami kerugian, sementara daerah tersebut dan sekitarnya kaya dengan sumber air, sehingga Fraksi Nadem meragukan kinerja kedepan.


"Kami sarankan diserahkan kepada pihak swasta (pengelolaannya)," baca juru bicara Fraksi Partai Nasdem DPRD Pematangsiantar Franky Boy Saragih.


Fraksi Partai Golkar, Fraksi Nurani Keadilan, fraksi Indonesia Raya, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PAN Pembangunan Sejahtera, dan Fraksi PDI Perjuangan menekankan manajemen PDAM untuk memaksimalkan layanan kepada pelanggan mengingat selama ini banyak keluhan masyarakat.


Fraksi-fraksi juga meminta Penjabat Walik Kota Pematangsiantar untuk mengevaluasi kinerja jajaran direksi Perusahaan Daerah Pembangunan Aneka Usaha dan Pasar Horas Jaya supaya lebih serius bekerja.


Para anggota dewan melihat keberadaan kedua perusahaan yang menggunakan dana APBD sebagai penyertaan modal awal perusahaan itu hingga saat ini belum memberikan hasil seperti yang diharapkan.


Wakil rakyat daerah itu juga menekankan agar Pemkot Pematangsiantar semakin meningkatkan PAD, kualitas layanan publik serta kinerja aparatur, penataan infrastruktur, transfaransi pengelolaan keuangan, serta suksesnya pilkada yang akan digelar pada 16 November 2016.


Rapat paripurna itu dipimpin Ketua DPRD Pematangsiantar Eliakim Simanjuntak didampingi para wakil, Mangatas Silalahi dan Timbul M Lingga dan dihadiri Penjabat Wali Kota Jumsadi Damanik bersama jajaran pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).  

Pewarta: Waristo
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026