Pimpinan rombongan yang juga Ketua Komisi B DPRD Temanggung Slamet Eko Hartono di Siantar, Selasa, mengatakan, pihaknya ingin melihat program Pemkot Pematangsiantar dalam aspek penataan kawasan kumuh kota serta pengelolaan transportasi lokal.
Menurut Slamet, penetapan kawasan Danau Toba sebagai tujuan wisata secara nasional diyakini memberikan pengaruh bagi kabupaten/kota sekitarnya.
"Kami dengar, kota bersejarah ini sangat dekat dengan kawasan Danau Toba, tentu ada pengaruhnya," kata Slamet.
Sekretaris Daerah Pematangsiantar Donver Panggabean memaparkan kondisi Kota Pematangsiantar dari aspek geografis, topografis, ekonomis, serta kondisi demografis.
Kota Pematangsiantar, kata Donver, letaknya di tengah-tengah Kabupaten Simalungun berjarak 46 mm dari Parapat, Danau Toba.
Menurut Donver, pengembangan kota kedepan diproyeksikan di Kecamatan Siantar Martoba, khususnya wilayah Tanjung Pinggir yang terdapat lahan eks PTPN III seluas 573 hektare lebih.
"Hanya saja, hingga sekarang Pemkot Pematangsiantar masih terus bernegosiasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan agar pelepasan aset negara tersebut tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," kata Donver.
Pewarta: WaristoEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.