"Kita laksanakan di Parapat untuk memeriahkan Danau toba, agar dapat terus di kenang dan dikenal oleh lapisan masyarakat maupun wisatawan," kata Bupati.
    Simalungun, 28/9 (Antarasumut) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melaksanakan Pesta Rondang Bittang (PRB) Ke 31 yang dipusatkan di Pantai Bebas Danau Toba, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon 28-30 September 2016.
     PRB dibuka Bupati Simalungun, JR Saragih didampingi Ketua DPRD, Johalim Purba,, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Sekda, Gidion Purba dan pengurus DPP Presidium PMS ditandai dengan pemukuln gong, Rabu.
     Bupati menjelaskan, PRB merupakan warisan para leluhur yang pada masa lalu dilaksanakan pada saat panen raya dengan suka cita.
     Rondang Bittang yang berarti terang benderang dilaksanakan malam hari dan juga merupakan pesta muda-mudi mencari pasangan atau jodoh dirangkaikan dengan berbagai kegiatan tradisional.
     "Kita laksanakan di Parapat untuk memeriahkan Danau toba, agar dapat terus di kenang dan dikenal oleh lapisan masyarakat maupun wisatawan," kata Bupati.
     Pemkab Simalungun kata Bupati, akan terus berupaya menggali potensi-potensi budaya hingga ke nagori-nagori (desa) melalui berbagai kegiatan seperti PRB, ulang tahun kabupaten, kegiatan di sekolah-sekolah, pelatihan seni budaya melalui sanggar seni.
     Bupati juga berpesan kepada para orang tua untuk mempernalkan kebudayaan Simalungun kepada anak-anaknya, sehingga kedepan mereka tidak lupa akan kebudayaanya.
     "Meskipun mereka telah berhasil di daerah lain, mereka akan tetap mencintai dan mengenal budaya Simalungun," kata Bupati.
     Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan, pelaksanaan PRB  juga merupakan ajang bersilahturrahmi masyarakat untuk saling mengenal yang diikat dengan budaya. 
      Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Resman Saragih melaporkan, pelaksanaan PRB ini berlangsung selama tiga hari, dimeriahkan hiburan budaya.
     Panitia juga menggelar berbagai kegiatan, seperti perlombaan busana pengantin Simalungun modern (modifikasi), musik tradisional di antaranya hagualon, sarunei dan tor-tor serta lomba vokal solo dan group. 
     Disamping itu juga dilaksanaan pertandingan olahraga tradisional seperti marjalengkat dan mersalaper ganjang.


Pewarta: Waristo
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026