Simalungun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus berupaya meningkatkan produksi pertanian guna mendukung program ketahanan pangan nasional. 

Satu langkah yang diambil, tim BPBD meninjau dua bendungan irigasi yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir di wilayah Kecamatan Ujung Padang, Senin (7/9).

Dua bendung yang mengalami kerusakan di antaranya adalah Bendung Tanjung Marihat yang melayani kebutuhan irigasi lahan persawahan seluas sekitar 66 hektare, Bendung Kampung Baru Hilir yang mengaliri areal pertanian seluas kurang lebih 85,6 hektare.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi menyebut, kerusakan pada bangunan pengairan tersebut berdampak langsung pada areal pertanian seluas ratusan hektar di Kecamatan Ujung Padang. 

Pihaknya, pada kegiatan peninjauan ini bertujuan memetakan secara rinci tingkat kerusakan serta dampak yang ditimbulkan, khususnya bagi para petani. 
 
Hasil pemeriksaan di lapangan ujarnya, akan menjadi dasar utama dalam berkoordinasi dengan instansi terkait guna merumuskan langkah penanganan dan rencana perbaikan yang tepat sasaran.
 
Seorang petani setempat, Muda Bakkara menyampaikan harapan agar kerusakan tersebut dapat segera ditangani. 

Selama saluran air belum berfungsi kembali, para petani terpaksa menggunakan mesin pompa air untuk mengaliri persawahan, yang membebani biaya operasional.
 
Dalam satu kali pengairan di lahan seluas kira-kira 2.400 meter persegi, para petani mengeluarkan tambahan biaya Rp120.000 untuk kebutuhan bahan bakar. 
 



Pewarta: Waristo
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026