"Sudah berakhir kerusuhan di Kota Tanjung Balai. Masyarakat kita sudah kembali harmonis dan bersatu," terang Wali Kota Tanjung Balai, M Syahrial, kepada wartawan, Minggu.
Dalam kerusuhan yang berujung pengerusakan dan pembakaran vihara dan klenteng kondisinya sudah membaik. Masyarakat kembali melakukan perbaikan dan pembangunan terhadap bangunan-bangunan rumah ibadah Tionghoa yang rusak.
Selain itu kata M Syahrial, adanya beberapa pemuda yang diamankan aparat kepolisian dari Polres Tanjung Balai yang diduga sebagai provokator dalam kerusuhan, sudah dibebaskan dengan jaminan langsung dari Wali Kota Tanjung Balai.
Namun begitu, untuk dua orang yang ditangkap Mabes Polri sebagai provokator kerusuhan di Tanjung Balai menyebarkan foto-foto ke media sosial (medsos) tetap dilakukan pemeriksaan karena melanggar UU Cyber Crime.
"Pemko Tanjung Balai mengajak Kapolda Sumut, Pangdam I/BB, Dandim 033/TBK, Gubernur Sumut, Ketua Pengadilan Tanjung Balai, Kejaksaan Negeri Tanjung Balai, DPRD Tanjung, FKUB dan tokoh masyarakat, bersama-bersama menjaga kerukunan beragama supaya kerusuhan serupa tidak terulang kembali," jelas M Syahrial kembali.
Diungkapkan, Pemko Tanjung Balai akan menjalin kerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tanjung Balai, Aliansi Islam, MUI, Kemenag Sumut dan tokoh masyarakat Tanjung Balai, untuk mengantisipasi ada kerusuhan terhadap toleransi umat beragam yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
"Untuk Meliana warga Tionghoa yang merupakan pemicu kerusuhan di Tanjung Balai sudah meminta maaf kepada pemerintah, masyarakat yang disaksikan langsung Wali Kota," terang Wali Kota Termuda di Indonesia tersebut.
Menurutnya, tentang Meliana sebagai aktor utama kerusuhan di Tanjung Balai, pemerintah masih mencermati dan menunggu permintaan masyarakat apakah ia (Meliana-red) boleh tinggal di Tanjung Balai atau tidak.
"Ya kita harus mencermati dulu. Tentunya melihat keinginan masyarakat dan berjanji agar kerusuhan di Tanjung Balai tidak kembali terjadi," terang Syahrial sembari menyebutkan untuk saat ini masyarakat jangan mudah untuk terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang
menginginkan kerusuhan di Tanjung Balai.
"Memang kerusuhan itu tanpa kita duga terjadi. Tetapi, alhamdullilah, selama seminggu ini bekerja keras Pemko Tanjung Balai akhirnya dapat menyelesaikan masalah kerusuhan," tuturnya.
Selain itu, ditambahkan Syahrial, dalam kerusuhan di Tanjung Balai tidak sampai mengganggu roda perekonomian masyarakat. Bahkan, para investor tetap menanamkan modalnya di Kota Tanjung Balai.
"Alhamdulillah dalam kasus kerusuhan tidak sampai mengganggu sektor perekonomi di Tanjung Balai. Selama seminggu ini telah dilakukan penelitian hasilnya kondisi ekonomi tetap terjaga dan stabil," ucap Syahrial.
Pasca kerusuhan itu, Wali Kota Tanjung Balai berjanji dan menjamin tidak akan terjadi kembali kerusuhan terhadap umat beragama. Dimana selama ini kondisi kerukunan umat beragama di Tanjung Balai terjalin sangat baik.
"Tiga bulan saya jamin sudah tidak ada lagi unsur-unsur SARA yang dapat mengganggu hubungan umat beragama di Tanjung Balai," pungkasnya.
Pantauan wartawan di lapangan, walaupun tampak masih muda Wali Kota Tanjung Balai, tapi bisa menyelesaikan kasus nasional ini dalam satu minggu. Dan Wali Kota berharap, kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi generasi muda di Indonesia.
Pewarta: Irwan ArfaEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.