"Kami berharap rombongan Komisi I DPRD Surakarta nantinya menjadi duta wisata Samosir, mengabarkan keindahan alam Samosir di Kota Surakarta," kata Bupati.
Samosir, 28/3 (Antarasumut) - Komisi I DPRD Kota Surakarta, Senin, melakukan studi banding ke Kabupaten Samosir untuk berdiskusi tentang pelayanan administrasi dan perijinan terpadu di daerah itu.
Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi DPRD Surakarta, Budi Prasetyo disambut Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, Ketua DPRD Samosir, Rismawati Simarmata di Ruang Rapat Kantor Bupati.
Turut menyambut, Ketua Komisi I DPRD Samosir, Junjungan Situmorang, Wakil Ketua, Hendrik Naibaho, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil, Melani Butarbutar, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu, Sampe Sijabat, dan para kabag Setdakab setempat.
Bupati menjelaskan kondisi umum administrasi wilayah Kabupaten Samosir dan struktur pemerintahan.
Samosir sebagai daerah pariwisata memiliki keunikan tersendiri, memiliki keindahan alam, beragam situs budaya yang sakral.
Tidak hanya memberikan penjelasan, Bupati mengajak rombongan DPRD Surakarta mengunjungi situs-situs budaya dan keindahan alam Samosir.
"Kami berharap rombongan Komisi I DPRD Surakarta nantinya menjadi duta wisata Samosir, mengabarkan keindahan alam Samosir di Kota Surakarta," kata Bupati.
Budi Prasetyo mengaku senang berkunjung ke Kabupaten Samosir dan menikmati kondisi alam Samosir dengan berbagai situs pariwisatanya.
Dijelaskannya, Pemkot Surakarta sudah menjalankan pelayanan publik bidang administrasi kependudukan dan perijinan, namun masih perlu mendapatkan gambaran tentang sistim yang dilakukan daerah lain, termasuk Samosir.
Sampe Sijabat menjelaskan, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Kabupaten Samosir melayani 75 perijinan dan satu non ijin.
Pascapenarikan ijin galian C ke Pemerintahan Provinsi, pihaknya melayani 74 perijinan dan 1 non ijin.
Dalam kesempatan itu, Bupati Samosir memberikan ulos kepada Ketua Komisi I DPRD Surakarta dan logo Kabupaten Samosir.
Pewarta: Waristo: Waristo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.