Dalam pemantauan di gedung DPRD Sumut di Medan, Senin, hanya 12 anggota dewan yang terlihat hadir hingga pukul 12.00 WIB hari pertama kerja tersebut.
Ke-12 anggota dewan itu adalah Syamsul Bahri Batubara, Wagirin Arman, Janter Sirait (Partai Golkar), Brilian Moktar (PDI Perjuangan), Aripay Tambunan (PAN), Meilizar Latif, Lidiani Lase, Guntur Manurung (Partai Demokrat), Firman Sitorus (Partai Hanura), Ramses Simbolon, Sonny Firdaus (Gerindra), Syamsul Qadri Marpaung (PKS).
Sedangkan dari unsur pimpinan DPRD Sumut belum terlihat hadir pada hari pertam kerja tersebut.
Namun kalangan PNS yang merupakan staf di DPRD Sumut terlihat cukup yang hadir dan memenuhi ruangan kerja gedung legislatif tersebut.
Ketua Badan Kehormatan DPRD Sumut Syamsul Bahri Batubara mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya kehadiran wakil rakyat tersebut pada hari pertama hari kerja.
Meski prihatin, tetapi politisi Partai Golkar tersebut belum dapat menentukan sikap, termasuk kemungkinan sanksi bagi anggota DPRD Sumut yang tidak hadir pada hari pertama kerja itu.
"Bagaimana mau dikenakan sanksi. Mereka sudah tua-tua, berpendidikan lagi," katanya.
Ia menilai ketidakhadiran pada hari pertama kerja tersebut lebih disebabkan kurang tingkat kesadaran atas tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat.
Setelah mendapatkan data, Badan Kehormatan akan menyampaikan nama-nama wakil rakyat yang tidak hadir tersebut kepada pimpinan DPRD Sumut.
"Nanti pimpinan dewan yang akan memberitahukannya ke pimpinan fraksi masing-masing," kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Asahan itu.
Pewarta: Irwan ArfaEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.