"Harga daging sapi sama sekali tidak bergerak sejak awal ramadhan, Rp130 ribu per kg," aku pedagang daging pasar Sipirok, M.Yunus kepada Antara, Senin.
Bertahannya tetap harga daging sapi tersebut tidak lepas bagaimana untuk mendapatkan pasokan ternak hewan potong itu sendiri.
"Sukarnya mendapatkan stok hewan ternak (sapi) untuk dipotong menyebabkan harga daging bertahan," katanya.
Menutupi daging jualannya, ia harus rela berhari-hari mencari lalu membeli sapi jauh dari Tapanuli Selatan ke Kabanjahe (Tanah Karo) atau ke Sumatera Barat.
"Untuk wilayah Tapanuli Bagian Selatan rasanya sudah agak kesulitan membeli sapi buat dipotong, karena, stok menipis dan persaingan harga," kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, tidak tertutup kemungkinan harga ini akan mengalami kenaikan menjadi 140-150 ribu per kg.
"Layaknya tahun tahun sebelumnya menjelang lebaran harga daging sapi dipasaran bisa mencapai Rp150 ribu per kg," katanya.
Naik turunnya harga daging sapi di pasaran utamanya di pasar tradisional, Sipirok tergantung harga pembelian dan terkait stok sapi.
"Kalau modal dan 'barangnya' murah kita ambil dengan otomatis harga daging sapi kita jual juga akan ikut murah," katanya.
Sementara untuk daging ayam broiler ditingkat pengecer ke konsumen dihargai Rp26-27 ribu per kg.
Pewarta: Kodir Pohan..Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.