Pandan, 5/6 (Antarasumut)- Malimau-limau atau mandi dengan ramuan khusus menjelang bulan puasa sudah menjadi tradisi yang turun temurun bagi masyarakat Tapeng dan Sibolga. 

Tidak heran menjelang malam puasa seperti saat ini, masyarakat akan berbondong-bondong mandi di sungai dengan membawa bahan ramuan yang bernama Limau (air jeruk purut yang sudah diramu).

Untuk mengetahui lebih dekat apa saja bahan ramuan yang selalu laris manis setiap menjelang puasa ini, Antara berbincang-bincang dengan salah seorang peracik dan pendagang Limau yang ada di Pasar Pandan, mamak Dina br Koto.

“Bahannya sederhana saja, yaitu,  jeruk purut (pangir), daun pandan, kambelu, daun nilam, sere betawi, urat rusa, dan air. Semua bahan itu dicampur denga air lalu jeruk purut diperas, maka akan tericum aroma yang sedap. Agar aromanya lebih menyengat lagi, harus banyak jeruk purutnya. Sesudah itu dimasukkan kedalam botol, lalu dijual,”kata mamak Dina.

Adapun harga Limau hasil olahan mamak Dina ini cukup murah yakni Rp3000/botol air mineral. Biasanya untuk satu orang 1 botol Limau. 

Diakui mamaknya, bahwa racikan Limaunya sudah turun temurun, sehingga setiap jelang puasa, Limau olahannay selalu habis.

“Sampai siang ini sudah terjual 130 botol, mudah-mudahan sampai agak sore nanti bisa terjual yang 200 botol ini,”harapnya.

Tradisi mandi dengan ramuan Limau ini membawa keberuntungan bagi masyarakat sekitar, khususnya mereka yang paham meracik bahan Limau. Makanya tidak heran setiap tahun menjelang puasa, akan banyak pedagang Limau musiman. 

Dan menjelang sore harinya, masyarakat akan ramai di sungai untuk mandi bersama dengan istilah Maliau-limau, yang memiliki arti menyucikan diri dan badan menyambut bulan suci Ramadhan. 



Pewarta: jason
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026