Petani di kota Padangsidimpuan merasa senang, dengan Teknologi yang digunakan pada padi varietas IPB 4S kemampuan genetika untuk perkembangan produktivitas Varietas IPB 4S mencapai 10 ton per hektare
Padangsidimpuan 1/5 (Antarasumut)- Petani di kota Padangsidimpuan merasa senang dengan varietas IPB 4S yang bisa mencapai produksi Panen mencapai 7 Ton per Haktare.

Ternyata banyak petani di kota Padangsidimpuan menggunakan Variates IPB (Institut Pertanian Bogor) 4S di wilayah Kota Padangsidimpuan, yaitu di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua yang telah dikembangkan, dari hasil produksi tersebut rata-rata untuk Varietas IPB 4S sendiri 7 ton per hektare.

Pengurus Kelompok Tani Gemilang, Bustanul Arifin Dalimunthe STP, ketika di wawancarai Wartawan, menjelaskan, Petani di kota Padangsidimpuan merasa senang, dengan Teknologi yang digunakan pada padi varietas IPB 4S kemampuan genetika untuk perkembangan produktivitas Varietas IPB 4S mencapai 10 ton per hektare, dengan rata-rata produksi 7 ton per hektare, ucapnya Sabtu lalu.

Ia juga menambahkan, dengan menggunakan Variates IPB 4 S, bahwa kemampuan anakannya, jika ditanam di bawah umur 14 HSS adalah 20 sampai dengan 30 anakan dari hasil persemaian.

Keunggulan varietas IPB 4S ini juga tahan terhadap serangan tungro dan hawar daun, bakteri patotipe dan Toleran terhadap kekeringan, karena padi ini cocok ditanam yang kurang air atau menjelang musim kemarau,” ucap Bustanul.

Sedangkan untuk pemupukan, ucapnya kembali pemupukan yang baik untuk jenis padi ini menggunakan pupuk majemuk terutama perubahan iklim saat ini, dengan tujuannya untuk memberikan nutrisi dan mencegah serangan penyakit yang disebabkan perubahan iklim yang ekstrim.

Jajar legowo 2 : 1 (Dua banding satu). Jarak tanam dalam barisan 10 sentimeter dan jarak antar barisan (gawangan, red) 20 sentimeter. Dengan menggunakan metode Jajar legowo (Jarwo) 2 : 1, maka seluruh barisan tanaman menjadi tanaman pinggir, jelasnya.

Untuk tanaman pinggir pada sawah biasanya memiliki atau menghasilkan anakkan dan malai yang produktif, ini merupakan bagian teknologi suatu cara untuk menaikkan produksi padi sawah, dengan menjadikan seluruh tanaman menjadi tanaman pinggir.

Hal yang mendasar untuk budidaya jenis padi ini adalah dengan memperbaiki kesuburan lahan. Sehingga daya dukung lahan sesuai dengan kemampuan produksi dari padi ini yang cukup besar, Selanjutnya, ia menyampaikan, ciri tanah yang baik bisa dilihat dari kondisi biologi tanah, semakin banyak kehidupan makro dan mikro pada tanah tersebut maka semakin respon terhadap pertumbuhan tanaman semakin baik.



Pewarta: Khairul Arief
: khairularief

COPYRIGHT © ANTARA 2026