bahwa kondisi pusat-pusat bisnis di Padangsidimpuan Utara masih membutuhkan pembenahan baik sarana dan prasarana, akses arus lalu lintas, penataan PKLPadangsidimpuan 18/2 (Antarasumut)- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) TA 2017 yang berlangsung sehari penuh di Aula Kantor Camat Padangsidimpuan Utara, Selasa lalu memfokuskan pembahasan pada pembangunan pusat bisnis secara menyeluruh.
Musrembang yang mengusung thema "Peningkatan Kualitas SDM, Pemerataan Infrastruktur Serta Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Menuju Kota Padangsidimpuan Yang Sehat, Maju Dan Sejahtera (SMS)" ini diikuti peserta dari lapisan masyarakat terdiri dari lurah, kepling, tokoh masyarakat dan LPM dari 16 Kelurahan Se-Kecamatan Padangsidimpuan Utara.
Camat Padangsidimpuan Utara Nasaruddin Siregar SSos, sebelum ekspos program mendengarkan aspirasi yang disampaikan lapisan masyarakat kemudian dilanjutkan dengan pembahasannya oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Pemko Padangsidimpuan.
Lapisan masyarakat begitu antusias menyampaikan aspirasinya yang didominasi dengan pembangunan infrastruktur, rehab bangunan jalan dan gedung. Kemudian, modal ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendirian gedung baru dan kantor lurah.
Walikota Padangsidimpuan yang diwakili Asisten II Ekonomi Pembangunan Dr Alipada Harahap menekankan khusus Padangsidimpuan Utara usul yang disampaikan peserta supaya lebih dititikberatkan pada upaya memantapkan jantung Kota Padangsidimpuan tersebut sebagai pusat bisnis di Kota Padangsidimpuan.
Hal tersebut kata Alipada sesuai dengan Rencana Rata Ruang Wilayah (RTRW) Pemko Padangsidimpuan. Disamping itu usulan atau aspirasi yang disampaikan harus mendukung visi dan misi Walikota menjadikan warga sehat, maju dan sejahtera.
Alipada mengatakan, bahwa kondisi pusat-pusat bisnis di Padangsidimpuan Utara masih membutuhkan pembenahan baik sarana dan prasarana, akses arus lalu lintas, penataan PKL. Kemudian, penataan pusat perbelanjaan agar mudah dijangkau dan nyaman serta penataan parkir kendaraan sehingga orang yang hendak berbelanja bisa dengan mudah menjangkau tujuannya.
Banyak warga mengeluhkan kesemrautan arus lalu lintas, parkir yang semraut, lokasi perbelanjaan yang kurang representatif, akses ke pusat perbelanjaan yang kurang nyaman karena sempit. Dan tempat parkir kendaraan yang nyaris tidak tersedia karena volume jalan tidak bertambah sementara volume kendaraan melonjak tajam yang berlalu lalang memenuhi badan dan ruas jalan.
Pewarta: Khairul Arief: khairularief
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.