"Upaya untuk penyelamatan dan pengendalian sekarang ini sudah dilakukan dengan memberikan berbagai obat-obatan"
Langkat, 6/1 (Antara) - Tanaman padi seluas 65,2 hektare di Kabupaten langkat, Sumatera Utara diserang berbagai hama sehingga mengancam produksi beras di daerah itu.

Hama-hama itu antara lain blas (jamur pyricularia oryzae), tikus (rattus argentiventer), penggerek batang (scirpophaga innotata), kepinding tanah (scotinophora verminculata) dan siput murbei (pomacea canaliculata).

"Upaya untuk penyelamatan dan pengendalian sekarang ini sudah dilakukan dengan memberikan berbagai obat-oabatan," kata Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman Dinas Pertanian Langkat Miswandi, di Stabat, Rabu.

Miswandi mengungkapkan serangan terluas terhadap tanaman padi yaitu blas seluas 32,4 hektare berada di sembilan kecamatan dimana Kecamatan Brandan Barat meencapai total 11 hektare dari keseluruhan serangan blas.

Selain itu penggerek batang ada seluas 10,9 hektare berada di tujuh kecamatan yang ada dan hama tikus seluas 7,8 hektare terdapat di empat kecamatan.

Termasuk juga serangan organisme pengganggu tanaman padi petani berupa siput murbei 4,5 hektare, kresek (bacterial leaf blight)3,4 hektare, kepinding tanah 2,4 hektare, kresek 2,8 hektare dan walang sangit (leptocorisa oratorius) seluas satu hektare.

Walaupun demikian upaya penyelamatan sudah dilakukan petani maupun petugas penyuluh pertanian di lapangan seperti pengutipan, pemberian umpan untuk pengendalian siput murbei, pengutipan kelompok telur dan penggunaan insektisida sesuai anjuran untuk penggerek batang.

Sementara untuk serangan tikus dilakukan sanitasi lingkungan dan pengumpanan beracun, untuk blas dilakukan dengan pemupukan berimbang juga penggunaan fungisida sesuai anjuran sedangkan untuk walang sangit pemasangan perangkap bau-bauan dan penggunaan insektisida efektif, katanya.

"Namun demikian walaupun ada serangan hama itu tidak menganggu kepada produksi padi Langkat untuk tetap mempertahankan swasembada beras, karena pengendalian sudah dilakukan dilapangan," sambungnya.

Miswandi juga menjelaskan selain tanaman padi, tanaman lainnya juga ada diserang hama seperti jagung berupa hawar daun, bulai, penggerek batang, tikus, belalang dimana keseluruhannya mencapai 6,5 hektare.

Demikian juga kacang tanah ada serangan hama seluas 1,2 hektare berupa tikus, penggulung batang, karat daun, serta ubi kayu seluas 1,3 hektare berupa bercak daun.***3***



Pewarta: Imam Fauzi
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026