Adapun jenis bantuan yang kita distribusikan saat ini adalah makanan tambahan gizi 60 set, lauk pauk 30 set, pamily kit 30 set. Sedang 10 dua perlengkapan dapur akan di kirim menyusul
Tapanuli Selatan 17/12 (Antarasumut) - Pemerintah melalui BPBD Kabupaten Tapsel mendistribusikan bantuan berupa makanan, pakaian dan obat-obatan kepada warga masyarakat korban banjir di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, Ahmad Ibrahim Lubis mengatakan, setelah menerima laporan dari camat Angkola Sangkunur atas sedikitnya seratusan Kepala Keluarga saat ini mengungsi dari genangan air luapan danau Siais langsung kita bergegas untuk mendistribusikan logistik yang telah stand by di kantor.

“ Adapun jenis bantuan yang kita distribusikan saat ini adalah makanan tambahan gizi 60 set, lauk pauk 30 set, pamily kit 30 set. Sedang 10 dua perlengkapan dapur akan di kirim menyusul,”katanya saat di temui di depan Kantor Bupati Tapsel lama di Jalan kenanga Kota Padangsidimpuan, Rabu (16/12).

Pantauan awak media tim BPBD sedang memuat bantuan korban banjir tersebut ke dalam sejumlah mobil doble kabin. Setidaknya ada dua mobil yang disiapkan untuk hari ini juga berangkat ke lokasi pengungsian korban banjir di kelurahan Raniate Kecamatan Angkola Sangkunur. “Sejumlah personil BPBD termasuk saya dan Camat ikut serta dalam mengantarkan bantuan ini,” kata Ahmat Ibrahim

Dikatakan, musim hujan yang mulai tiba dan akan terus berlanjut di daerah Tapanuli Selatan dan sekitarnya pihak BPBD Tapanuli Selatan telah membuat zona bencana yang kemungkinan akan terjadi di daerah tersebut sebagaimana pengalaman musim tahun sebelumnya.

“Ada tujuh di tapsel yang kita jadikan zona bencana yaitu Angkola Selatan, Angkola sangkunur, Sipirok, M Ada tujuh di tapsel yang kita jadikan zona bencana angsel angkolas angkunur sipirok muara batangtoru SDHole dan Semi Sayur Matinggi dan Sipirok.

Untuk persiapan BPBD telah mempersiapkan semua logistik dan tim relawan dimana 10 orang telah disiapkan di setiap kecamatan. “Tidak adapun reaksi secepat itu setidaknya tau informasi. Dan sipatnya bila longsor urgen terjadi kita tentu menggunakan alat berat dan akan di usahakan ke PUD,”tambah Rahim sambil tidak memungkiri kalau hal tersebut ada kendala bila alat berat tersebut sedang tidak berada di kantor dinas PUD, karena sering digunakan pada pelaksanaan proyek.

Sebagaimana di ketahui banjir akibat luapan danau siais di sejumlah Simataniari, Dusun Sibara-Bara, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang terjadi sejak Tanggal 12 Desember 2015 sekira pukul 22.00 Wib akibat hujan deraas yang terjadi saat itu. Kawasan ini merupakan langganan banjir yang selalu terjadi disetiap tahun musim hujan tiba.

Camat Angkola Sangkunur, M. Zein Ritonga mengakui bahwa kondisi banjir tahun ini terparah dari tahun sebelumnya . Dari data yang dilaporkan jumlah penduduk yang tergenang banjir di kelurahan Raniate sebanyak 120 KK atau 600 jiwa. Yang diungsikan di kelurahan raniate 30 KK atau 150 jiwa.Rumah penduduk yang terendam banjir di Sibara-bara 53 KK atau 200 jiwa. Demikian juga rumah penduduk yang terendam banjir di bandar tarutung sebanyak 40 KK atau 200 jiwa.

Sementara lahan pertanian sawah yang terendam banjir seluas 20 Ha.
Lokasi pengungsian penduduk dilakukan dirumah-rumah penduduk yang tidak terkena banjir atau gedung sekolah dasar (SD) yang ada di daerah tersebut.
Sampai saat ini masyarakat berharap bantuan dari pemerintah dan warga masyarakat yang peduli.


Pewarta: Khairul Arief
: khairularief

COPYRIGHT © ANTARA 2026