Kedepannya Kota Tebing Tinggi penduduknya akan semakin padat, tentunya akan menimbulkan berbagai permasalahan, terutama lahan yang terbatas.
Tebing Tinggi,17/12(antarasumut) - Wakil Walikota Tebing tinggi Ir.H.Oki Doni Siregar menyatakan Kota Tebing Tinggi sebagai Buffer(penyangga) pertumbuhan ekonomi untuk kawasan KSN Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei penduduknya terus bertambah akan semakin padat.

Demikian disampaikannya saat membuka Workshop Optimalisasi peran kota Tebing Tinggi sebagai Buffer KSN Kuala Tanjung dan KEK.Sei.Mangkei kamis(17/12) digedung Balai Kartini yang diselenggarakan Bappeda Kota Tebing Tinggi diikuti 200 peserta dari berbagai elemen masyarakat terutamanya pelaku bisnis.

Disampaikan Oki Doni, semakin padatnya nanti penduduk Kota Tebing Tinggi, sudah tentu akan menimbulkan berbagai permasalahan terutama lahan untuk pemukiman, dan untuk itu camat, lurah punya peranan penting dalam hal ini, tidak mengeluarkan surat tanah sembarangan yang kelak akan menimbulkan permasalahan baru.

Selain KSN Kuala Tanjung dan KEK.Sei.Mangkei yang kini menjadi isu strategi saat ini adalah akan selesainya pembangunan jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi diperkirakan akan selesai 2017, semakin terbuka luasnya akses dan bukan menjadi persoalan tinggalnya di Tebing Tinggi bekerjanya di Kota Medan, ujarnya.

Dikatakan Oki, sejalan dengan hal tersebut masalah rekayasa lalu lintas juga harus menjadi perhatian serius untuk kota Tebing Tinggi sebagai kota lintasan menunju Kualatanjung dan Sei-Mangkei.

Bagian lainnya tentunya sebuah peluang besar dan sekaligus tantangan pula bagi para pelaku bisnis terutama UKM dan sektor jasa seperti hotel yang resfrentatif selain tempat menginap juga dapat digunakan untuk tempat pertemuan yang bersekala nasional,ujarnya.

Untuk mendukung itu semua yang menjadi sangat berperan adalah kesiapan Sumber Daya Manusia(SDM) nya warga Kota Tebing Tinggi apakah hanya sekedar ingin jadi penonton atau pemainnya. ujar Oki.

Sebelumnya memberikan laporan Ketua Bappeda Tebing Tinggi Gul Bahkri Siregar kegiatan Workshop ini berlatar belakang arah kebijakan pembangunan kewilayahan dan antarwilayah dalam RPJMN 2015-2019 optimalisasi peran 20 Kota otonom diluar jawa.

Dari 20 kota sedang tersebut 6 diantaranya terdapat di Sumatera, Banda Aceh, Bukit Tinggi, Dumai, Lubuk Linggau, Prabumulih dan satu-satunya di Suamtera Utara adalah Kota Tebing tinggi.

Tebing Tinggi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah(PKW) diarahkan menjadi kawasan perkotaan berfungsi melayani kegiatan skala provinsi, kabupaten dan kota.

Sebagai narasumber dalam workshop ini Agust Deriltanto,SE General Manager PT.Pelindo I cabang Kuala Tanjung, Deni Mulyawan manager KEK.Sei Mangkei dan dari Bappeda Provinsi Sumut serta Kadin Sumatera Utara, berlangsung sehari penuh.























 


  
 










Pewarta: Dhani Elison
: Dhani Elison

COPYRIGHT © ANTARA 2026