Gotongroyong budaya bangsa terkikis karena kesibukan mengejar materi, sudah saatnya untuk kembalikan jatidiri bangsa ini
Tebing Tinggi,13/11(Antarasumut) - Wakil Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Oki Doni Siregar melepas 300 an perwakilan dari berbagai instansi sipil (ASN) dan TNI/Polri melakukan gotongroyong terpadu dari Lapangan Merdeka jumat(13/11) menuju lokasi gotong royong Komplek Pasar Gambir I dan II serta Sei-Bahilang.
Oki Doni Siregar, gotongroyong adalah merupakan budaya bangsa Indonesia dari sejak nenek moyang kita dan kini sudah hampir tak pernah lagi kita lakukan, karena sikap individualisme dari masing-masing orang untuk mengejar materi.
Kesibukan kerja selalu menjadi alasan untuk enggan melakukan kegiatan gotongroyong, jika kita tidak mau memulainya lagi sikap kegotongroyongan ini akan selesai dimakan jaman, dan hal ini tidak boleh terjadi, apalagi di Kota Tebing Tinggi yang merupakan sebuah Kota Perjuangan.ujarnya.
Dikatakan Oki Doni, hari ini gotongroyong kita jadikan momentum untuk melakukan Restorasi sikap dan karakter yang selama ini sudah meninggalkan kegotongroyongan, kita tumbuh kembangkan kembali, tidak hanya sebagai acara serimonial belaka,tetapi merupakan suatu kebudayaan yang harus dilestarikan terus sepanjang masa.
Mari kita mulai dari rumah sendiri agar Tebing Tinggi bersih, indah dan asri, jika seorang pedagang lakukan kegiatan dimana lapak atau tempat mereka berjualan, jangan sampah ditumpuk disana-sini dan ironisnya malah dibuang kedalam parit hingga terjadi penyumbatan dan menyebabkan banjir, ujarnya.
Sebelumnya memberikan laporan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Tebing Tinggi Hj.Rusmiyati Harahap, kegiatan gotong royong ini dalam rangka menyambut Hari Pahlawan 10 Nopember, Hari Kesehatan, Hari PGRI, Korpri dan diikuti masing-masing 10 orang dari instansi, lurah, camat serta 1 pleton TNI,Polri dan Brimob.
Tujuan dari gotongroyong untuk menumbuhkembangkan sikap setiap warga Tebing Tinggi punya kewajiban yang sama untuk menjaga kebersihan Kota Tebing Tinggi, bukan hanya merupakan tanggungjawab Pemerintah saja.
Walikota bersama unsur FKPD saat dilapangan banyak menemukan drainase terutama di pasar gambir I dan II tidak dapat lagi berfungsi karena tertutup total oleh sampah-sampah yang sengaja dibuang pedagang kedalam parit, ditambah lagi semrawutnya para pedagang K5 menjadikan pasar gambir I dan II Kumuh.
Di Jalan Inkandar Muda dan Jalan Persatuan (Kp.tempel) yang setiap saat merupakan langganan banjir jika hujan turun, Wakil Walikota mengatakan Gimana gak banjir aja, drainasenya sudah tersumbat total, air tidak bisa lagi berada dalam parit, sudah ada dijalan, jika kita punya kesadaran menjaga kebersihan sampai kapanpun banjir terus daerah ini, ujarnya kesal.
Dalam kesempatan tersebut Oki Doni sempat juga mengingatkan para pedagang K5 yang memajang barang dagangan sampai kebahu jalan hingga menghambat lalu lintas, saya berharap mulai besok dagangannya agar dimundurkan sendiri, jika tidak ingin petugas yang akan menertibkannya, Oki mengingatkan.
Pewarta: Dhani Elison: Dhani Elison
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.