Tebingtinggi, 12/8 (Antarasumut) - Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Komite Olahraga nasional Indonesia (KONI) tahun 2015 yang digelar di di Gedung Hj Sawiyah Nasution Jalan Sutomo, Rabu.
Dalam kesempatan itu ia menekankan tidak pernah ada kata 'puas' dalam meraih prestasi di bidang olahraga tidak boleh berhenti mengukir prestasi, kita harus terus bekerja keras.
"Meski telah meraih peringkat empat pada Porprovsu lalu, kalau ditanya apakah kita puas ? jawabnya belum, karena tidak ada kata puas dalam meraih prestasi olahraga. Saya minta camat untuk aktif di bidang olahraga" katanya.
Munurutnya, Rakerda merupakan tuntutan organisasi, AD/RT bukan hanya formalitas, karena rakerda menjaring pendapat dan aspirasi dari Pengcab olahraga bagaimana kelanjutan program kedepan.
“Kita harus paham dan tahu olahraga tidak seperti membalikkan telapak tangan, pembinaan olahraga harus berjenjang dan berkesinambungan", katanya.
Menyikapi masalah kekerasan yang dilakukan atlit senior terhadap atlit Pengcab KKI Kota Tebingtinggi di PPLP Medan terhadap Diky Prasertyo, Walikota meminta agar diusut sampai tuntas,
kita akan menyelidiki kasus ini dan menerapkan prinsip penilaian di PPLP, apakah sudah benar, karena itu tidak professional, dimana atlit yang baru masuk diimbangkan dengan atlit senior. “Kita tidak menghendaki ada jatuh korban seperti itu lagi",
Sementara Ketua Umum KONI Tebingtinggi yang langsung memimpin Rakerda, H Muhammad Daniel Sultan merasa kecewa, prestasi yang diraih peringkat empat se Sumut pada ajang Propovsu tahun 2014 menuju Pra PON
Untuk peraih medali emas, tetapi ajang itu ternyata bukan patokan atlit bisa masuk Pra PON. Banyak lagi seleksi-seleksi Kejurda yang dilaksanakan Pengprov sehingga atlit kita meraih mendali emas di Poprovsu banyak yang gagal masuk Pra PON
. “Siapa aktor intelektualnya, siapa konsultan olahraga di Sumut, semuanya tidak jelas, kasihan atlit-atlit kita yang telah bertarung habis-habisan tapi ternyata sia-sia", cetus Daniel.
Menurut Daniel, KONI Tebingtinggi kehilangan semangat dan target tiga besar dalam ajang Porpovsu ke depan karena tidak adanya ketetapan tersebut, tetapi dari semua itu, kita jangan cepat menyerah dan harus ambil peluang kembali untuk meraih prestasi.
.
Menyikapi Rakerda KONI, Daniel menjelaskan bahwa tujuan ini untuk membahas kinerja selama enam bulan dan menuju pada prestasi Pra PON tahun 2015 dan PON tahun 2016 di Jawa Barat.
“Saya minta dengan tegas dalam Rakerda ini, seluruh Ketua Pengcab yang terdaftar di KONI harus hadir", pinta Daniel.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.