Medan, 7/6 (Antarasumut) - Kontingen Medan Belawan merajai cabang olahraga (cabor) dayung dalam Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Kota Medan 2015 zona IV, di Pelabuhan Belawan, Minggu (7/6).
Raihan medali emas Medan Belawan tak mampu disaingi kontingen lainnya. Dari 7 nomor yang diperlombakan, enam nomor berhasil diamankan atlet dari Medan Belawan.
Dimana Belawan meraih 5 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Posisi kedua diraih Medan Marelan, dengan koleksi 1 emas, 3 perak dan 1 perunggu.
Medan Labuhan harus puas menempati tempat ketiga yang meraih satu perak dan satu perunggu. Medan Deli menjadi juru kunci atas tiga medali perunggu.
Medali emas diraih dinomor kayak satu 1000 m, Ibrahim yang mencatatkan waktu tercepat 03:13:14. Posisi kedua Ridwan (Medan Marelan) 03:39:97, dan Syawal (Medan Deli) 03:55:98. Ibrahim kembali menunjukkan keperkasaannya di nomor 250 m.
Dirinya berhasil mencatatkan waktu tercepat, 00.30.74, disusul Ridwan (Medan Marelan) 00:31:69 dan Nando (Medan Deli) 00:40:03.
Tambahan medali emas Belawan diraih Dedy Syahputra dinomor kaya 250 m. Dedi berhasil mencetak waktu tercepat 00:38:24. Marelan meraih perak melalui M Rizky (00:49:97) dan M Akbar (Belawan) 00:54:04. Dedy kembali berjaya di kano 500 m, dengan catatan waktu tercepat 02:46:17. Perak diraih M Rizky (Labuhan) 02:51:03 dan perunggu didapat M Boby (Marelan) 03:27:96.
Dedy kembali berjaya dinomor kano 500 m, dengan catatan waktu 02:46:17. M Rizky (Marelan) menempati posisi kedua, setelah catatan waktunya 00:49:97 dan M Akbar (Belawan) 00:54:04. M Akbar menutup pundi medali emas Belawan, dinomor 1000 m kano, setelah mencatatkan waktu 04:33:87, disusul kompatriotnya, Dedy Syahputra meriah perak 04:41:73 dan perunggu diraih M Rizky (Medan Labuhan) 06:20:14.
Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Medan Rasdin Sijabat mengatakan, antusias para kontingen cukup tinggi. Ajang Porwil Kota Medan ini juga menjadikan tolok ukur bagi para atlet dan merangsang regenerasi dayung.
Namun, pihaknya harus menyesuaikan jumlah peserta dengan peralatan yang ada. Ini karena keterbatasan kayak dan kano. "Kalau dilihat, jumlah peserta cukup banyak. Tapi, fasilitas harus kami akui sangat kekurangan. Jadinya, peserta harus bergantian bertandingnya," pungkasnya.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.