Asisten Pemerintahan Ramlan Sitohang dan Asisten Administrasi Pembangunan Suasta Ginting S.Sos MAP mewakili Bupati Dairi mengucapkan selamat datang kepada rombongan dan selanjutnya menyampaikan ekspos singkat tentang profil dan potensi Kabupaten Dairi.
Ketua Komisi Donal Lumban Batu mengatakan, kedatangan mereka untuk memberikan masukan dan mengajukan sejumlah pertanyaan bahkan kritik membangun untuk perbaikan pemerintah Kabupaten Dairi.
Anggota Komisi B DPRDSU Jantogu Damanik dari Fraksi PDIP prihatin karena sejumlah kabupaten/kota berbasis pertanian masih mengalokasikan anggaran hanya sekitar 10 persen untuk sektor pertanian.
Jantogu mengamati banyaknya tanah yang sudah tandus akibat tidak terkontrolnya pemakaian pupuk kimia dan racun. Pemakaian bahan-bahan kimia memicu rusaknya ekosistem dan pada lahan itu sendiri. Residu kimia pada buah dan hasil tanaman sangat tinggi.
Lebih lanjut dikatakan, menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA), pemerintah dan seluruh pelaku ekonomi serta petani harus mempersiapkan diri terutama dalam menghasilkan produk-produk daerah yang siap bersaing dengan produk luar negeri.
Anggota Komisi B lainnya, W. Sianturi mengingatkan agar jangan ada lagi ego sektoral lintas SKPD. Semua harus kompak dan sinergis. Ia juga meminta agar petani diarahkan kepada pertanian organik. “Jangan nanti kita terlindas dengan produk luar negeri yang akan memasuki daerah kita. Produk kita bisa ditolak karena bisa mengandung bahan kimia atau logam berat tinggi,” katanya.
Ia juga mengatakan, agrobisnis juga perlu penajaman sehingga main set antara pemerintah dan petani sejalan dalam menghadapi MEA dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Edy Pandiangan:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.