Langkat, Sumut, 24/3 (Antara) - Sembilan kategori jenis batu akik terbaik akan dinilai dalam kontes "Stabat Gemstone" memperebutkan piala Bupati Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, 2-5 April 2015 di Taman Budaya Tengku Amir Hamzah Stabat.

"Ada sembilan kategori batu akik yang akan dinilai dalam "Stabat Gemstone," kata salah seorang panitia yang juga Asisten Pemerintahan Kabupaten Langkat Abdul Karim, di Stabat, Selasa.

Abdul Karim menjelaskan dalam kontes batu akik itu, masing-masing akik Janggus (batu Pangkalan Susu- Langkat-red) dimana batunya dibawah 25 mm dan diatas 26 mm.

Selain itu kategori bebas, unik dan langka dimana semua batu yang langka dan unik diluar kelas kompetisi yang sudah ada.

Kemudian kelas Chalcedony (Kalsedon) berupa yellow, green, kelas agate kristal berupa benda, hewan, tumbuhan, pancawarna, pemandangan, abstrak, kelas victorial agate badar.

Termasuk juga kelas sungai dareh, bio solar, lumut Aceh dan kelas bacan, katanya.

Sementara itu Kepala Wilayah Kecamatan Sawit Seberang Muhammad Suhaimi mengatakan di daerahnya batu akik bisa ditemukan di berbagai aliran sungai yang ada, setiap minggunya didatangi ratusan orang untuk mencari batu.

Adapun jenis batu akik yang bisa ditemukan seperti lumut, hati ayam, teratai, bunga tanjung, serat pakis, dan berbagai jenis batu lainnya.

"Batu akik Sawit Seberang tahan gores, dan keindahannya sungguh menarik karena warna warni yang ada di dalam batu itu," katanya.

Legimun seorang perajin batu akik di Kecamatan Sawit Seberang yang ditemui menjelaskan para peminat batu akik datang ke daerahnya membeli bongkahan batu.

"Pencari batu disini menjual batu ada Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per kilogram kepada para pembeli yang datang dari berbagai daerah seperti Medan, Deli serdang, Binjai, Aceh, Padang, Riau, Jambi," katanya.

Ia juga telah mempersiapkan beberapa batu akik Sawit Seberang hasil olahannya untuk ikut kontes "Stabat Gemstone" yang akan digelar di Taman Budaya Tengku Amir Hamzah Stabat, sambungnya.***4***
(T.KR-IFZ/C/Suparmono/Suparmono)

Pewarta: Imam Fauzi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026