Wali Kota Medan Dzulmi Eldin di Medan, Senin, mengatakan, puskesmas sebagai Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Kesehatan Kota Medan merupakan perpanjangan tangan pemerintah kota yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Karenanya melalui puskesmaslah citra pelayanan dan kinerja kesehatan pemerintah kota dinilai oleh masyarakat.
"Artinya tenaga kesehatan harus lebih aktif lagi turun kelapangan dan terus berupaya memberikan layanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat," katanya saat membuka Rapat Koordinasi Kepala Puskesmas/Puskesmas Pembantu jajaran Dinas Kesehatan se-Kota Medan.
Ia mengatakan, walaupun Pemkot medan sering menggelar pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat namun masih banyak keluhan dimasyarakat tentang pelayanan kesehatan.
Kondisi ini, menurut dia, tentunya harus menjadi perhatian jajaran dinas kesehatan terutama Puskesmas dan Puskesmas Pembantu.
Selain itu juga masih sering ditemuai masyarakat yang mengidap penyakit kronis tidak mendapat layanan kesehatan, seperti kaki gajah, lumpuh layu, demam berdarah.
"Saya minta Kepada Kepala Puskesmas dan Kepala Puskesmas Pembantu jangan hanya duduk-duduk saja. Berikan edukasi kepada masyarakat ajak masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan, karena mencegah itu lebih baik dari mengobati," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Usma Polita mengatakan rakor tersebut dilakukan dalam menyikapi jaminan kesehatan secara nasional.
Kedepan Pemkot Medan akan mencoba menjamin pembiayaan kesehatan secara universal capurete, yang dimulai dengan BPJS kesehatan.
Pemerintah Kota Medan juga telah mengucurkan dana sebesar 71 miliar untuk program jaminan kesehatan kepada orang tidak mampu dan infra struktrur yang dipersiapkan berintegrasi ke BPJS kesehatan maupun Ketenagakerjaan.
"Dalam rakor ini kita mencoba menjelaskan peran Puskesmas di dalam menyikapi dan meningkatkan derajat kesehatan secara optimal," katanya. ***4***
(T.KR-JRD/B/F.C. Kuen/F.C. Kuen) 09-03-2015
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.